Puisi & Rasa
Tempat menaruh puisi, sajak cinta, catatan patah hati, dan kata-kata renungan soal hubungan. Tulisan pendek yang lahir dari perasaan, bukan berita atau promosi.
Posts
-
Dua Puluh Empat Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh empat.
-
Dua Puluh Tujuh Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh tujuh.
-
Dua Puluh Enam Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh enam.
-
Dua Puluh Sembilan Hari Menjadi Kita.
Satu hari lagi.
-
Dua Puluh Delapan Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh delapan.
-
Dua Puluh Lima Hari, Setelah Hujan.
Hari ini hari kedua puluh lima.
-
Dua Puluh Hari Menjadi Kita.
Dua puluh hari.
-
Dua Puluh Dua Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh dua.
-
Dua Puluh Satu Hari Menjadi Kita.
Tiga minggu.
-
Hari Ketujuh Belas Mencintaimu.
Tujuh belas hari.
-
perempuan di pinggir halaman
“Kalau dia tidak salah, dan aku juga tidak salah, lalu kenapa yang menangis hanya aku?”
-
Dua Puluh Tiga Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh tiga.
-
Hari Ketujuh Mencintaimu.
Hari ini hari ketujuh.
-
Hari Ketiga Mencintaimu.
Hari ini hari ketiga.
-
Hari Keempat Mencintaimu.
Hari ini hari keempat.
-
Happy August.
Konon, laut tidak pernah benar-benar mengulang ombak yang sama. Ia selalu datang dengan bentuk baru, suara baru, kilau baru. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah bosan mencintaimu. Setiap hari…
-
Happy August, Sahabatku.
Aku pernah berpikir, mungkin laut memang diciptakan supaya orang-orang punya tempat untuk menyimpan tawa.
-
Hari Kelima Mencintaimu.
Hari ini hari kelima.
-
Hari Pertama Mencintaimu.
Katanya cinta pertama itu ribet. Tapi entah kenapa sama Khail, rasanya malah kayak nemu kerang paling lucu di pantai—nggak mahal, nggak heboh, cuma bikin senyum setiap kali digenggam.
-
Rasa Yang Tersisa Di Ruang Hampa.
Satu tarikan udara ku hirup, ku hembuskan pelan. Malam ini begitu sejuk dan dingin. Angin lembut berhembus di sela sunyi. Helaian rambutku menari, mengikuti arah angin yang tak pasti.