Loading…

Dua Puluh Enam Hari Menjadi Kita.

Swaru
Publik 0 percakapan 0 pikiran 12 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari kedua puluh enam.

In groups

Konten postingan

Hari ini hari kedua puluh enam.

Dua puluh enam hari sejak kita memulai cerita kecil ini. Kalau dipikir-pikir, setiap angka yang kita lewati sebenarnya cuma angka. Tapi ketika angka itu punya cerita di dalamnya, semuanya terasa berbeda.

Dua puluh enam hari berarti dua puluh enam kali aku punya alasan untuk mengingatmu.

Kadang lewat tawa.

Kadang lewat obrolan random.

Kadang lewat satu pesan sederhana yang datang di waktu yang tepat.

Dan kadang, bahkan tanpa alasan apa pun, aku tiba-tiba memikirkanmu.

Khail, mungkin semakin lama aku semakin mengerti bahwa cinta tidak selalu tumbuh dengan suara yang keras.

Kadang ia tumbuh diam-diam.

Seperti pasir yang perlahan dibentuk ombak. Sedikit demi sedikit, sampai suatu hari kita melihat ke belakang dan sadar bahwa ternyata bentuknya sudah berubah.

Begitu juga aku.

Dulu aku hanya tahu bahwa aku menyukaimu.

Sekarang aku tahu bahwa aku suka keberadaanmu di hari-hariku.

Aku suka punya seseorang untuk diceritakan hal-hal kecil.

Aku suka punya seseorang yang bisa membuatku tertawa tanpa harus melakukan sesuatu yang luar biasa.

Aku suka bahwa di antara begitu banyak hal yang terjadi setiap hari, selalu ada sedikit ruang yang terasa seperti milik kita.

Dan mungkin itu yang membuat dua puluh enam hari ini terasa istimewa.

Bukan karena semuanya sempurna.

Tetapi karena semuanya nyata.

Ada hari yang penuh tawa.

Ada hari yang sedikit berat.

Ada hari ketika kita saling mengganggu.

Ada hari ketika kita hanya ingin tenang.

Semuanya tetap bagian dari cerita.

Selamat hari kedua puluh enam, Khail.

Kalau kemarin aku berharap kita bisa melewati hari-hari sulit bersama, hari ini aku ingin menambahkan satu hal:

aku ingin kita juga tidak lupa menikmati hari-hari kecil yang menyenangkan.

Jangan sampai kita terlalu sibuk menghitung berapa hari sudah berlalu sampai lupa menikmati hari yang sedang kita jalani.

Jadi hari ini, mari tertawa sedikit lebih banyak.

Cerita sedikit lebih lama.

Dan saling menyayangi dengan cara-cara kecil yang mungkin tidak akan masuk kalender, tapi akan selalu punya tempat di hati.

Dua puluh enam hari sudah lewat.

Besok akan menjadi dua puluh tujuh.

Dan aku masih di sini.

Masih menulis tentangmu.

Masih menemukan biru di laut yang sama.

Dan masih senang sekali karena di dalam cerita ini,

aku menemukan kamu.