Aku pernah berpikir, mungkin laut memang diciptakan supaya orang-orang punya tempat untuk menyimpan tawa.
Soalnya setiap membayangkan bulan Agustus, yang terlintas di kepalaku selalu pantai yang terlalu biru, ombak yang sibuk mengejar kaki kita, kantong penuh kerang aneh, dan suara tawa yang lebih berisik daripada burung camar.
Aku rasa, persahabatan memang sesederhana itu.
Sesederhana saling menunjuk awan yang bentuknya tidak jelas sambil memaksa semua orang percaya kalau itu mirip paus.
Sesederhana berebut kerang yang ternyata bentuknya sama saja.
Sesederhana saling mengejek karena lari paling cepat waktu ombak datang, padahal lima detik sebelumnya sok berani berdiri paling depan.
Lucu, ya?
Laut tidak pernah protes melihat tingkah kita.
Ia cuma mengirim ombak kecil, seolah ikut bermain.
Hari ini 1 Agustus.
Aku cuma berharap, semoga hari-hari kita tetap sebiru laut di musim panas.
Masih ada ruang untuk tertawa sampai perut sakit.
Masih ada cerita receh yang entah kenapa selalu terasa penting.
Masih ada orang-orang yang bisa membuat kata "pulang" terdengar sesederhana, "Besok ketemu lagi, ya."
Kalau nanti hidup membawa kita ke pantai yang berbeda, semoga angin laut tetap hafal cara menyampaikan rindu.
Semoga setiap ombak yang kembali ke bibir pantai diam-diam membawa kabar bahwa di tempat lain, ada seseorang yang masih mendoakan kita agar baik-baik saja.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari laut kecil yang kusebut rumah.
Terima kasih sudah mengisi hari-hariku dengan tawa yang kadang tidak masuk akal, obrolan yang melompat ke mana-mana, dan kenangan yang mungkin suatu hari akan kita kenang sambil tertawa lebih keras lagi.
Selamat datang, Agustus.
Semoga bulan ini seluas samudra untuk mimpi-mimpi kita, setenang air laut saat senja, dan seramai ombak yang tidak pernah bosan kembali ke pantai.
Kalau nanti kita bertemu laut, jangan lupa ambil satu kerang yang paling lucu.
Bukan untuk disimpan.
Tapi supaya suatu hari, saat melihatnya lagi, kita bisa bilang,
"Ternyata, pernah ada Agustus yang seindah ini."