Loading…

Hari Ketiga Mencintaimu.

Swaru
Publik 0 percakapan 2 pikiran 3 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari ketiga.

In groups

Konten postingan

null

Hari ini hari ketiga.

Aneh ya, waktu berjalan cuma tiga hari, tapi rasanya namamu sudah seperti ombak yang hafal jalan pulang ke pantai. Datang berkali-kali tanpa pernah terasa membosankan, selalu membawa tenang yang sama.

Khail, kalau cinta punya musim, mungkin kita sedang ada di musim laut yang paling biru. Musim ketika angin membawa tawa kecil, langit terlihat lebih cerah dari biasanya, dan hal sederhana seperti menerima pesan darimu bisa membuat satu hari penuh terasa berhasil.

Hari ketiga ternyata tidak membuat rasa ini mengecil. Justru ia tumbuh diam-diam, seperti pasir yang perlahan dikumpulkan ombak hingga menjadi pantai yang hangat untuk disinggahi. Aku masih suka senyum sendiri membaca namamu. Masih suka menunggu ceritamu, walaupun isinya cuma, "lagi apa?" atau, "udah makan belum?" Aneh, ya? Kalimat sesederhana itu bisa terdengar seperti lagu paling manis.

Aku harap kita tetap jadi dua remaja yang tidak pernah bosan saling menemukan. Tetap tertawa karena hal-hal receh, tetap saling mengejek dengan sayang, lalu diam-diam saling menjaga ketika dunia sedang tidak ramah.

Kalau nanti laut menyimpan ribuan ombak lagi, semoga setiap ombak itu membawa satu doa yang sama: semoga hari ketiga berubah menjadi hari keempat, hari kelima, hari keenam, hingga suatu saat kita berhenti menghitung angka karena terlalu sibuk menikmati cerita yang kita tulis bersama.

Selamat hari ketiga, Khail.

Terima kasih sudah membuat langitku lebih biru, lautku lebih tenang, dan hatiku selalu punya alasan untuk pulang kepadamu.

Thoughts