Langsung ke konten
Loading…

Hari Ketiga Mencintaimu.

Swaru
Pikiran

Pikiran

pacarswaruloka

hadir, im here nduy

hadir, im here nduy

Konten postingan

null

Hari ini hari ketiga.

Aneh ya, waktu berjalan cuma tiga hari, tapi rasanya namamu sudah seperti ombak yang hafal jalan pulang ke pantai. Datang berkali-kali tanpa pernah terasa membosankan, selalu membawa tenang yang sama.

Khail, kalau cinta punya musim, mungkin kita sedang ada di musim laut yang paling biru. Musim ketika angin membawa tawa kecil, langit terlihat lebih cerah dari biasanya, dan hal sederhana seperti menerima pesan darimu bisa membuat satu hari penuh terasa berhasil.

Hari ketiga ternyata tidak membuat rasa ini mengecil. Justru ia tumbuh diam-diam, seperti pasir yang perlahan dikumpulkan ombak hingga menjadi pantai yang hangat untuk disinggahi. Aku masih suka senyum sendiri membaca namamu. Masih suka menunggu ceritamu, walaupun isinya cuma, "lagi apa?" atau, "udah makan belum?" Aneh, ya? Kalimat sesederhana itu bisa terdengar seperti lagu paling manis.

Aku harap kita tetap jadi dua remaja yang tidak pernah bosan saling menemukan. Tetap tertawa karena hal-hal receh, tetap saling mengejek dengan sayang, lalu diam-diam saling menjaga ketika dunia sedang tidak ramah.

Kalau nanti laut menyimpan ribuan ombak lagi, semoga setiap ombak itu membawa satu doa yang sama: semoga hari ketiga berubah menjadi hari keempat, hari kelima, hari keenam, hingga suatu saat kita berhenti menghitung angka karena terlalu sibuk menikmati cerita yang kita tulis bersama.

Selamat hari ketiga, Khail.

Terima kasih sudah membuat langitku lebih biru, lautku lebih tenang, dan hatiku selalu punya alasan untuk pulang kepadamu.

Thoughts

Related posts

  • Pertemuan dua insan diwaktu yang salah .

    Sejak awal tatap kita beradu, kita langsung bertukar cerita seolah dua jiwa yang telah lama saling menemukan. Setiap hari diisi dengan aksara, tawa, dan saling memeluk kabar. Namun, di antara riuhnya hal-hal indah yang kita tenun, tibalah kita pada titik di mana jemari harus saling melepaskan. Hari ini menjadi saksi pilu bahwasanya "seindah apa pun pelangi, jika ia hadir saat badai belum usai, ia akan tersapu angin." Sangat berat rasanya menghapus jejak yang telanjur dalam, tetapi takdir telah

  • Hari Ketujuh Mencintaimu.

    Hari ini hari ketujuh.

  • Hari Keempat Mencintaimu.

    Hari ini hari keempat.

  • Hari Kedua Mencintaimu.

    Hari ini hari kedua.

  • Rasa Yang Tersisa Di Ruang Hampa.

    Satu tarikan udara ku hirup, ku hembuskan pelan. Malam ini begitu sejuk dan dingin. Angin lembut berhembus di sela sunyi. Helaian rambutku menari, mengikuti arah angin yang tak pasti.

  • Hari Kedua Belas Mencintaimu.

    Hari ini hari kedua belas.

  • Hari Kesepuluh Mencintaimu.

    Sepuluh hari.

  • Happy August.

    Konon, laut tidak pernah benar-benar mengulang ombak yang sama. Ia selalu datang dengan bentuk baru, suara baru, kilau baru. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah bosan mencintaimu. Setiap hari…

Publik 0 percakapan 2 pikiran 3 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari ketiga.

Dalam grup