Loading…

Dua Puluh Empat Hari Menjadi Kita.

Swaru
Publik 0 percakapan 0 pikiran 15 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari kedua puluh empat.

In groups

Konten postingan

Hari ini hari kedua puluh empat.

Dua puluh empat hari sejak kita menjadi kita. Dua puluh empat hari yang tidak semuanya berjalan dengan sempurna, termasuk hari ini.

Hari ini mungkin aku membuatmu marah. Mungkin membuatmu kesal. Mungkin ada sesuatu dari sikap atau kata-kataku yang membuat hatimu sedikit tidak nyaman. Dan untuk itu, aku mau bilang maaf.

Maaf, Khail.

Aku tahu "maaf" mungkin tidak langsung membuat semuanya terasa baik-baik saja. Tapi aku ingin kamu tahu kalau perasaanmu tetap penting bagiku. Aku tidak ingin menganggap remeh rasa kesal atau sedihmu hanya karena menurutku masalahnya kecil.

Aku masih belajar.

Belajar memahami kamu. Belajar menjaga kata-kata. Belajar tahu kapan harus bercanda dan kapan harus lebih serius mendengarkan. Belajar menjadi seseorang yang tidak hanya pandai mencintai ketika semuanya sedang baik-baik saja, tetapi juga mau memperbaiki sesuatu ketika aku membuatmu terluka.

Mungkin mencintai seseorang memang tidak selalu tentang hari-hari yang dipenuhi tawa.

Kadang ada hari ketika kita salah paham. Kadang ada hari ketika salah satu dari kita merasa kesal. Kadang ada hari ketika yang dibutuhkan bukan candaan, melainkan sedikit waktu untuk menenangkan hati.

Dan tidak apa-apa.

Karena aku tidak ingin kita hanya menjadi "kita" ketika semuanya mudah.

Aku ingin kita juga belajar menemukan jalan kembali setelah hari yang kurang menyenangkan.

Khail, terima kasih karena sudah menjadi bagian dari dua puluh empat hari ini. Terima kasih untuk semua tawa, cerita, perhatian, dan hal-hal kecil yang mungkin tidak pernah kusadari sudah membuatku bahagia.

Dan maaf untuk hari ini.

Aku tidak ingin satu hari yang kurang baik menghapus semua hari baik yang sudah kita punya.

Kalau laut hari ini sedikit berombak, biarlah ia tenang perlahan. Kita tidak harus memaksa semuanya kembali seperti semula dalam satu malam.

Cukup pelan-pelan.

Aku akan belajar. Aku akan mendengarkan. Aku akan berusaha lebih baik.

Karena pada akhirnya, setelah dua puluh empat hari ini, jawabanku masih sama.

Aku masih ingin menjadi "kita".

Masih ingin mendengar ceritamu. Masih ingin tertawa bersamamu. Masih ingin mengisi halaman-halaman berikutnya denganmu.

Selamat hari kedua puluh empat, Khail.

Hari ini mungkin bukan halaman paling indah dalam cerita kita.

Tapi aku harap ini tetap menjadi halaman yang mengajarkan kita sesuatu:

bahwa mencintai bukan hanya tentang bagaimana kita saling membuat bahagia,

tetapi juga tentang bagaimana kita saling menjaga ketika salah satu dari kita sedang tidak baik-baik saja.

Maaf ya, sayang.

Besok kita coba lagi.

Pelan-pelan, bersama.