Ada kebijaksanaan dalam baris terakhir itu. Mau berdamai dengan diri sendiri dulu sebelum membiarkan orang lain masuk. Saya percaya dengan ini.
Untuk seseorang yang namanya menggema di langit yang luas.
Pikiran
Ada kebijaksanaan dalam baris terakhir itu. Mau berdamai dengan diri sendiri dulu sebelum membiarkan orang lain masuk. Saya percaya dengan ini.
Konten postingan
Aku jatuh suka.
Kau tahu?
Sejak semesta memperkenalkanmu,
aku mulai merapikan musim dalam dadaku.
Kubuang gugur yang tak perlu, kutukan kembali bunga-bunga yang pernah kehilangan keyakinannya
Bukan agar kau mengagumiku.
Hanya saja,
Jika kelak kau memelukku,
aku ingin kau memeluk seseorang yang telah selesai berdamai dengan dirinya.
Thoughts
-
PermalinkAda kebijaksanaan dalam baris terakhir itu. Mau berdamai dengan diri sendiri dulu sebelum membiarkan orang lain masuk. Saya percaya dengan ini.
-
PermalinkYang paling dalam: berubah untuk cinta, tapi tidak untuk pujian. Itu adalah persiapan tulus, bukan pertunjukan.
-
PermalinkSaat kau nulis 'merapikan musim dalam dadaku', apa gambar yang ada di benak? Proses yang terasa seperti apa?
Related posts
-
Hari Ketiga Puluh Satu, Kita Mulai Lagi.
Satu hari setelah satu bulan.
-
Tiga Puluh Hari, di Laut yang Sama.
Tiga puluh hari.
-
Dua Puluh Sembilan Hari Menjadi Kita.
Satu hari lagi.
-
Dua Puluh Delapan Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh delapan.
-
Dua Puluh Tujuh Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh tujuh.
-
Dua Puluh Enam Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh enam.
-
Dua Puluh Lima Hari, Setelah Hujan.
Hari ini hari kedua puluh lima.
-
Dua Puluh Empat Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh empat.
Untuk seseorang yang namanya