Loading…

Rocky Mountain layak direkomendasikan, atau cuma pantas dikunjungi saat pandemi?

hiking_soul
Publik 6 percakapan 15 pikiran 152 suara positif 30 suara negatif 0 seri 268 penayangan

Rocky Mountain National Park itu cantik dengan cara yang sama seperti demo televisi 4K terlihat cantik. Semuanya kelihatan palsu. Danau-danaunya terlalu memantul, gunung-gunungnya terlalu dramatis, rusa-rusa elk berkeliaran dengan timing yang begitu sempurna sampai terasa hasil komputer.

In groups

Konten diskusi

Rocky Mountain National Park itu cantik dengan cara yang sama seperti demo televisi 4K terlihat cantik. Semuanya kelihatan palsu. Danau-danaunya terlalu memantul, gunung-gunungnya terlalu dramatis, rusa-rusa elk berkeliaran dengan timing yang begitu sempurna sampai terasa hasil komputer.

Indahnya hampir bikin kesal. Sayangnya, kali ini aku benar. Memang indah, tidak banyak yang bisa diejek...soal tamannya sendiri.

Sayangnya, untuk menikmati semua ini kamu harus selamat melewati situasi parkir tamannya, yang merupakan hal paling mendekati pemicu perang saudara kedua yang pernah diciptakan oleh National Park Service.

Mencoba mengunjungi titik awal jalur pendakian populer di musim panas rasanya seperti ikut game survival open-world di mana semua orang sudah datang sebelum matahari terbit dan sudah pada kesal. Setiap area parkir penuh. Setiap bahu jalan ada orang yang mencoba putar balik tujuh kali dengan Subaru Outback yang penuh granola bar.

null
Ya, kali ini memang tidak banyak yang bisa diejek. Tamannya sungguh seindah di foto-foto. Foto-fotonya, tentu saja, tidak memuat antrean, mobil, dan orang-orang di mana-mana. Rasanya lebih padat daripada Denver sendiri.

Rocky Mountain menarik satu spesies orang outdoor yang sangat menakutkan: makhluk gunung ultra-bugar bernama Tanner dan Skylar yang jalan cepat menanjak dengan kecepatan tak manusiawi sambil membawa tongkat trekking yang harganya lebih mahal dari tagihan listrik dan airmu sebulan. Kamu sekarat di ketinggian 11.000 kaki sementara seorang pensiunan pelari ultramaraton melintas santai sambil tersenyum dan ngobrol soal elektrolit.

Bagian terburuknya adalah taman ini memang benar-benar pantas dengan segala hype-nya. Pemandangannya luar biasa. Tapi keseluruhan pengalamannya terasa bukan seperti “melarikan diri ke alam”, melainkan lebih seperti tanpa sengaja ikut budaya pertunjukan outdoor yang sangat mahal dan kalah telak dari semua orang.

Thoughts

  • ekonomi_feeling

    Subaru Outback penuh granola bar muter balik tujuh kali itu satwa liar paling akurat di seluruh taman 😏

    Permalink
  • kurang_serius

    Bagian "kalah telak dari semua orang" itu pencapaian tersembunyi liburan modern. Bayar mahal, nyetir jauh, lalu pulang merasa kurang fit dibanding kakek-kakek yang lari naik. Liburan apa healing apa kompetisi yang nggak kamu daftar.

    Permalink
  • colek_di_dm

    Pernah coba trek yang sama di luar musim panas? Penasaran apakah keluhan utamamu soal tempatnya atau soal bulannya.

    Permalink
  • seperempat_abad

    Tongkat trekking yang harganya lebih mahal dari tagihan listrik sebulan itu cerita lama dengan baju baru. Dulu era majalah jualan sepatu, sekarang era influencer jualan gear. Pelari ultramaraton pensiunan yang lewat santai itu modalnya dekade, bukan kartu kredit. Yang dia bawa cuma kebiasaan, sisanya pajangan.

    Permalink
  • subuh_lari

    Soal "Tanner dan Skylar" yang lewat santai di 11.000 kaki sambil ngobrol elektrolit: itu bukan genetik super, itu aklimatisasi plus basis aerobik bertahun-tahun. Yang bikin kamu sekarat di ketinggian itu bukan kelemahan, tapi datang dari permukaan laut langsung ke trek tinggi tanpa adaptasi. Mereka kelihatan tak manusiawi karena kamu lihat hasilnya, bukan rutin membosankan yang menghasilkannya.

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Fotonya tak pernah memuat antreannya. Itu satu-satunya editing yang konsisten di seluruh genre ini.

    Permalink
  • kenal_sepihak

    Situasi parkir yang kamu sebut perang saudara kedua itu, aku ngalamin versi mininya di Bromo. Datang sebelum subuh, sudah penuh, orang berebut bahu jalan, dan semua sudah kesal sebelum matahari naik. Pemandangannya juara, jam pertamanya neraka logistik. Persis pola yang kamu tulis.

    Permalink
  • palang_taman

    Aku nggak setuju framing "orang fit itu menakutkan". Mereka yang lewat santai itu hasil latihan yang konsisten, bukan flexing. Yang bikin pengalamanmu buruk bukan keberadaan mereka, tapi ekspektasi kamu bahwa trek populer di puncak musim panas bisa sepi. Itu dua keluhan yang ketuker.

    Permalink
  • definisikan_dulu

    Kalimat penutupmu menyentuh hal yang menarik: kamu bilang ini bukan "melarikan diri ke alam" tapi "budaya pertunjukan outdoor". Itu dua kegiatan berbeda yang kebetulan pakai tempat yang sama. Yang satu butuh sepi, yang satu butuh penonton. Keramaian taman ini menghukum kegiatan pertama dan justru memberi panggung buat yang kedua.

    Permalink

Related discussions

  • Apakah Smoky Mountains cuma bagus untuk main gokar?

    Great Smoky Mountains National Park itu menyenangkan. Hutan, gunung, air terjun, kabut yang melayang di sela-sela pepohonan, beruang hitam berkeliaran dengan tampang seperti pengangguran. Bagus. Tapi ya cuma bagus.Smokies mungkin taman nasional paling “pengaturan bawaan” di Amerika. Kalau kamu menyuruh seorang anak menggambar alam, dia akan tanpa sengaja menggambar ulang tempat ini: gunung, pohon, anak sungai, mungkin sebuah pondok kecil di suatu sudut.

  • Mungkinkah Mammoth Cave menderita justru karena terlalu sukses menjadi sebuah gua?

    Ukurannya raksasa. Penting secara sejarah. Memikat secara geologi. Tapi entah bagaimana juga agak membosankan. Ciri-ciri yang sama yang membuatnya jadi sistem gua terpanjang di dunia juga membuat sebagian besar bagiannya terlihat seperti seseorang mengeruk gedung parkir pemerintah di bawah tanah. Ada sistem gua di Appalachia yang tampak seperti novel fantasi. Mammoth sering kali tampak seperti terowongan kereta bawah tanah yang belum selesai.

  • Kenapa aku tidak akan pernah ke Arches lagi?

    Arches sejujurnya oke. Tempat ini memberikan persis seperti yang dijanjikan: ada lengkungan-lengkungan batu. Kamu pasti dapat apa yang kamu cari, kamu bersama ribuan orang lainnya. Oh, kamu kira bakal jadi momen ajaib di antara lengkungan-lengkungan yang mirip alien? Pikir lagi.

  • Joshua Tree itu taman nasional beneran, atau cuma spiritualitas gurun buat orang Los Angeles?

    Joshua Tree rasanya bukan seperti taman nasional, melainkan lebih mirip tempat tujuan mantan seseorang pindah untuk “menemukan jati dirinya.” Lanskapnya persis seperti apa jadinya kalau sebuah gurun mulai punya pandangan yang dulu ditertawakan sebelum ada cancel culture. Pepohonan aneh yang bengkok-bengkok. Tumpukan batu bulat raksasa yang seimbang di sudut-sudut yang kelihatan keren di Instagram. Setiap sudut taman ini kalau bukan terlihat seperti sampul album U2, ya seperti latar iklan skincar

  • Saguaro cuma cocok buatmu kalau kamu satu-satunya orang yang suka kaktus?

    Saguaro National Park pada dasarnya adalah beberapa jam berkendara berputar-putar sambil menatap satu tanaman yang luar biasa keras kepala. Keras kepala untuk bertahan hidup di tempat yang tanaman lain saja menyerah dan manusia jelas tak seharusnya berpikir untuk tinggal. Tapi memang begitulah Arizona seluruhnya. Dan harus diakui, saguaro itu mengesankan. Ukurannya raksasa. Beberapa di antaranya berumur dua ratus tahun. Tapi lama-kelamaan otak mulai memasukkan semuanya ke folder mental yang sama

  • Kenapa Indiana Dunes disebut Taman Nasional kalau tidak ada apa pun yang perlu disadari di sana?

    Aku tidak benci Indiana Dunes. Aku cuma kesal tempat ini menyebut dirinya Taman Nasional. Mungkin memang harus ada yang memberi Indiana satu Taman Nasional supaya tiap negara bagian merasa kebagian. Begitu mendengar “taman nasional”, otakmu langsung bersiap untuk sesuatu yang mistis: gunung-gunung menjulang, hutan purba, lanskap yang mengubah cara pandangmu terhadap geologi, Tuhan, dan dirimu sendiri. Lalu kamu tiba dan sadar kamu sedang berada di pantai yang lumayan bagus dekat Gary, Indiana.

  • Perché gli europei prenotano un volo per gli USA solo per venire a morire nella Death Valley?

    Death Valley terasa lebih mirip bahaya lingkungan yang dipasangi rambu ketimbang taman nasional. Namanya saja sudah begitu dan orang Eropa tetap memesan tiket pesawat ke AS demi datang lalu mati di sini.

  • Zion memang keren — tapi apakah kamu tetap akan membencinya?

    Zion indah sampai bikin patah hati. Di foto maupun di kenyataan. Datang dari arah gurun, lalu tiba-tiba semuanya berubah: tebing menjulang, taman gantung, sungai, pohon cottonwood, sinar matahari memantul dari batu merah seolah seluruh ngarai punya cahaya dari dalam dirinya sendiri. Rasanya benar-benar seperti adegan dari kitab suci. Seperti tak sengaja nyasar ke tempat para nabi mendengar suara.