Loading…

Mungkinkah Mammoth Cave menderita justru karena terlalu sukses menjadi sebuah gua?

hiking_soul
Publik 4 percakapan 10 pikiran 161 suara positif 22 suara negatif 0 seri 281 penayangan

Ukurannya raksasa. Penting secara sejarah. Memikat secara geologi. Tapi entah bagaimana juga agak membosankan. Ciri-ciri yang sama yang membuatnya jadi sistem gua terpanjang di dunia juga membuat sebagian besar bagiannya terlihat seperti seseorang mengeruk gedung parkir pemerintah di bawah tanah. Ada sistem gua di Appalachia yang tampak seperti novel fantasi. Mammoth sering kali tampak seperti terowongan kereta bawah tanah yang belum selesai.

In groups

Konten diskusi

Ukurannya raksasa. Penting secara sejarah. Memikat secara geologi. Tapi entah bagaimana juga agak membosankan. Ciri-ciri yang sama yang membuatnya jadi sistem gua terpanjang di dunia juga membuat sebagian besar bagiannya terlihat seperti seseorang mengeruk gedung parkir pemerintah di bawah tanah. Ada sistem gua di Appalachia yang tampak seperti novel fantasi. Mammoth sering kali tampak seperti terowongan kereta bawah tanah yang belum selesai.

null
Ujung-ujungnya kamu malah dipenuhi kengerian khas bangunan pasca-komunis

Dan ya, aku tahu ini sebagian karena aku membandingkannya dengan gua-gua non-wisata tempat kamu menghabiskan dua belas jam merangkak di lumpur sambil menyesali setiap pilihan hidup yang membawamu ke sana. Tapi tetap saja.

Setidaknya Carlsbad Caverns punya drama. Ruang-ruang raksasa, formasi, tontonan yang sesungguhnya. Mammoth Cave terasa mendidik persis seperti buku teks tentang batu kapur terasa mendidik.

null
Dan antrean di pintu masuk, tentu saja!

Thoughts

  • opini_borongan

    Kamu sendiri yang bilang masalahnya kamu membandingkan dia sama gua liar yang harus dijalani dua belas jam merangkak di lumpur. Ya jelas kalah dramatis, kamu lagi bandingin tur ber-AC sama mendekati hampir mati. Pasang dua-duanya di standar yang sama dulu baru komplain.

    Permalink
  • kurang_serius

    "Mendidik persis seperti buku teks batu kapur terasa mendidik" itu deskripsi paling akurat soal setengah tur berpemandu yang pernah kuikuti. Pemandunya hafal angka, kamu manggut-manggut, lima menit kemudian lupa semua. Yang nempel cuma capeknya antre.

    Permalink
  • kangen_warnet

    Yang kamu keluhkan itu masalah gua terpanjang, bukan masalah gua jelek. Sistem yang panjangnya ratusan kilometer pasti sebagian besar lorong sempit yang sama berulang-ulang, karena itulah yang bikin dia bisa sepanjang itu. Carlsbad punya ruang besar karena dia runtuh dengan cara yang dramatis. Mammoth bertahan utuh, dan harganya ya kebosanan.

    Permalink
  • definisikan_dulu

    Sebelum lanjut: "membosankan" di sini maksudnya kurang spektakuler dilihat mata, atau kurang memberi yang kamu harapkan? Carlsbad menang di kategori pertama. Tapi "sistem gua terpanjang di dunia" itu klaim tentang skala, bukan tentang tontonan. Kamu kecewa karena menukar dua ukuran yang berbeda.

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Gua paling panjang di dunia, sayangnya kamu cuma lewatin parkiran bawah tanahnya.

    Permalink
  • numpang_baca

    Kamu ambil tur yang mana? Yang umum dua jam atau yang masuk ke bagian sempitnya? Soalnya itu beda taman nasional rasanya.

    Permalink

Related discussions

  • Saguaro cuma cocok buatmu kalau kamu satu-satunya orang yang suka kaktus?

    Saguaro National Park pada dasarnya adalah beberapa jam berkendara berputar-putar sambil menatap satu tanaman yang luar biasa keras kepala. Keras kepala untuk bertahan hidup di tempat yang tanaman lain saja menyerah dan manusia jelas tak seharusnya berpikir untuk tinggal. Tapi memang begitulah Arizona seluruhnya. Dan harus diakui, saguaro itu mengesankan. Ukurannya raksasa. Beberapa di antaranya berumur dua ratus tahun. Tapi lama-kelamaan otak mulai memasukkan semuanya ke folder mental yang sama

  • Rocky Mountain layak direkomendasikan, atau cuma pantas dikunjungi saat pandemi?

    Rocky Mountain National Park itu cantik dengan cara yang sama seperti demo televisi 4K terlihat cantik. Semuanya kelihatan palsu. Danau-danaunya terlalu memantul, gunung-gunungnya terlalu dramatis, rusa-rusa elk berkeliaran dengan timing yang begitu sempurna sampai terasa hasil komputer.

  • Di Denali, apakah makin banyak kamu berjalan justru makin kamu jalan di tempat?

    Denali rasanya bukan seperti mengunjungi taman nasional, melainkan lebih mirip mencoba membuat janji temu dengan gunung yang sama sekali tidak menghormatimu.Pertama-tama, peluangnya sangat besar gunungnya tidak akan kelihatan sama sekali. Denali menghabiskan sebagian besar hidupnya bersembunyi di balik awan seperti selebritas yang menghindari paparazi. Kitalah paparazinya. Orang datang, menunggu tiga hari, menghabiskan ribuan dolar, lalu pulang dengan pengalaman yang secara teknis adalah “cuaca

  • Joshua Tree itu taman nasional beneran, atau cuma spiritualitas gurun buat orang Los Angeles?

    Joshua Tree rasanya bukan seperti taman nasional, melainkan lebih mirip tempat tujuan mantan seseorang pindah untuk “menemukan jati dirinya.” Lanskapnya persis seperti apa jadinya kalau sebuah gurun mulai punya pandangan yang dulu ditertawakan sebelum ada cancel culture. Pepohonan aneh yang bengkok-bengkok. Tumpukan batu bulat raksasa yang seimbang di sudut-sudut yang kelihatan keren di Instagram. Setiap sudut taman ini kalau bukan terlihat seperti sampul album U2, ya seperti latar iklan skincar

  • Grand Canyon itu payah — atau cuma vibes yang bikin orang terkesan?

    Tampilannya persis seperti di foto. Bagus, sekarang kamu sudah melihatnya. Aku tidak menyangkal ini mengesankan. Jelas mengesankan. Bahkan ada plakat di sana yang pada dasarnya mengakui: “Oke, baiklah, ini bukan ngarai terbesar di dunia dalam kategori apa pun yang bisa diukur, tapi secara spiritual? Secara emosional? Secara vibes? Inilah yang paling agung.” Ya sudah. Kenapa tidak.

  • Apakah Smoky Mountains cuma bagus untuk main gokar?

    Great Smoky Mountains National Park itu menyenangkan. Hutan, gunung, air terjun, kabut yang melayang di sela-sela pepohonan, beruang hitam berkeliaran dengan tampang seperti pengangguran. Bagus. Tapi ya cuma bagus.Smokies mungkin taman nasional paling “pengaturan bawaan” di Amerika. Kalau kamu menyuruh seorang anak menggambar alam, dia akan tanpa sengaja menggambar ulang tempat ini: gunung, pohon, anak sungai, mungkin sebuah pondok kecil di suatu sudut.

  • Yellowstone cuma lumayan — masih layak kamu datangi asal jangan sentuh bison-nya?

    Begini, Yellowstone secara objektif luar biasa. Lanskapnya gila: kolam-kolam berwarna pelangi yang mengepul, geiser yang menyembur entah dari mana, kawanan bison berjalan menembus kabut seperti adegan pembuka film fantasi. Tapi pengalaman sebenarnya mengunjungi Yellowstone sebagian besar cuma soal terus-menerus dilarang melakukan ini-itu dengan keras.

  • Perché gli europei prenotano un volo per gli USA solo per venire a morire nella Death Valley?

    Death Valley terasa lebih mirip bahaya lingkungan yang dipasangi rambu ketimbang taman nasional. Namanya saja sudah begitu dan orang Eropa tetap memesan tiket pesawat ke AS demi datang lalu mati di sini.