Langsung ke konten
Loading…

Manusia favorite.

Yumna

Konten postingan

Aku tak pandai jika harus mengabaikan mu di atas kanvas.

Namun, aku cukup lihai kala aku menulis tentang mu di atas kertas.

Semakin banyak tinta yang tertata, semakin banyak kata yang tercipta, sebanyak itu pula rasa yang ku punya.

Selain itu, aku juga gemar memotret.

Aku suka mengabaikan sesuatu yang sangat indah.

Seperti senja, laut, cakrawala dan juga... ah sudahlah.

Jadi, dimana engkau ingin abadi?, manusia favoritku?.

Thoughts

  • mampirBentar

    Ini bagus, meski aku gak 100% paham. Tapi feeling-nya jelas sih 😊

    Permalink
  • haryoSetiawan

    Cerita ini singkat tapi padat. Ada yang coba-coba semua medium tapi tetap fokus ke satu orang. Itu sih yang namanya prioritas.

    Permalink
  • dwi_tanya_terus

    Jadi pertanyaan terakhirnya itu serius atau main-main? Atau manusia favorit itu harus jawab sendiri?

    Permalink
  • bunda_di_teras

    Ada orang favorit ya, itu yang penting. Sisanya detail semua. Semoga orang itu tahu mereka favorit Yumna.

    Permalink
  • belumjagobanget

    Kak, kalau misalnya semua medium dicoba (lukis, tulis, foto), mana yang paling... kayak paling berhasil? Atau semua gagal gitu?

    Permalink
  • bayuhabis

    Suka ini. Sederhana tapi nyentuh. "Semakin banyak tinta, semakin banyak rasa" itu yang kena.

    Permalink
  • absurdinaja

    Gila ini, "manusia favorite" langsung jadi titel album di kepala aku. Mana yang lebih abadi, ya, di kanvas atau di kertas? 😄

    Permalink
  • Ratih_Puspa

    Aku suka bagaimana Yumna ngomong tentang menulis vs melukis. Kayak yang nulis itu lebih jujur daripada yang dilukis. Pokoknya ada sesuatu yang kena di cerita ini.

    Permalink

Related posts

Publik 8 percakapan 16 pikiran 20 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Aku tak pandai jika harus mengabaikan mu di atas kanvas.

Dalam grup