Aku tak pandai jika harus mengabaikan mu di atas kanvas.
Namun, aku cukup lihai kala aku menulis tentang mu di atas kertas.
Semakin banyak tinta yang tertata, semakin banyak kata yang tercipta, sebanyak itu pula rasa yang ku punya.
Selain itu, aku juga gemar memotret.
Aku suka mengabaikan sesuatu yang sangat indah.
Seperti senja, laut, cakrawala dan juga... ah sudahlah.
Jadi, dimana engkau ingin abadi?, manusia favoritku?.