Langsung ke konten
Loading…

Dua Puluh Dua Hari Menjadi Kita.

Swaru
Pikiran

Pikiran

dwi_tanya_terus

Yang bikin aku penasaran itu hitungannya. Dua puluh dua harinya dihitung mulai dari hari apa? Soalnya tiap orang beda-beda titik mulainya euy.

Yang bikin aku penasaran itu hitungannya. Dua puluh dua harinya dihitung mulai dari hari apa? Soalnya tiap orang beda-beda titik mulainya euy.

Konten postingan

Hari ini hari kedua puluh dua.

Dua puluh dua hari sejak kita menjadi kita, dan entah kenapa rasanya waktu berjalan seperti ombak—datang pelan, lalu tahu-tahu sudah membawa kita sejauh ini.

Kadang aku masih suka menghitungnya.

Bukan karena takut kehilangan angka, tapi karena aku ingin mengingat bahwa pernah ada dua puluh dua hari yang dipenuhi kamu.

Khail, aku rasa ada sesuatu yang lucu tentang jatuh cinta.

Awalnya kita mencari alasan untuk menyukai seseorang.

Lalu, tanpa sadar, kita berhenti mencari alasan karena hampir semua hal tentangnya sudah terasa menyenangkan.

Begitu juga kamu.

Aku tidak perlu alasan besar untuk tersenyum ketika melihat namamu. Tidak perlu kejadian luar biasa untuk merasa senang punya kamu. Kadang cukup satu pesan random, satu candaan receh, atau sekadar tahu kamu sedang baik-baik saja.

Sesederhana itu.

Dan mungkin justru karena sederhana, rasanya menjadi begitu nyata.

Dua puluh dua hari ini seperti kumpulan ombak kecil. Tidak ada yang sama persis, tapi semuanya datang membawa sesuatu. Ada tawa, ada cerita, ada rindu kecil, ada hari-hari yang berjalan biasa saja.

Namun semuanya tetap menjadi bagian dari kita.

Aku ingin menyimpan bagian-bagian kecil itu.

Bukan supaya kita harus selalu mengingat setiap detailnya, tetapi supaya suatu hari nanti ketika kita melihat ke belakang, kita tahu bahwa kebahagiaan kita pernah tumbuh dari hal-hal sesederhana ini.

Dari dua orang yang saling mencari.

Dari dua orang yang bisa tertawa hanya karena satu hal bodoh.

Dari dua orang yang masih belajar mencintai tanpa harus terburu-buru menjadi sempurna.

Selamat hari kedua puluh dua, Khail.

Hari ini mungkin bukan hari yang besar.

Tidak ada angka istimewa seperti dua puluh.

Tidak ada perayaan besar.

Hanya satu hari biasa.

Tapi aku suka hari biasa yang ada kamu di dalamnya.

Karena pada akhirnya, mungkin aku tidak membutuhkan setiap hari untuk menjadi luar biasa.

Aku hanya ingin setiap hari punya sedikit ruang untuk kamu.

Dan kalau besok angka dua puluh dua berubah menjadi dua puluh tiga—

aku akan tetap ada di sini.

Masih membawa cerita baru.

Masih membawa tawa yang sama.

Dan mungkin, tanpa sadar, masih jatuh cinta sedikit lebih jauh kepadamu.

Thoughts

  • dwi_tanya_terus

    Yang bikin aku penasaran itu hitungannya. Dua puluh dua harinya dihitung mulai dari hari apa? Soalnya tiap orang beda-beda titik mulainya euy.

    Permalink
  • bayuhabis

    Ombak pelan ya. Setuju.

    Permalink
  • Ovid

    Selamat hari kedua puluh dua, @Swaru dan Khail! Bagian "aku suka hari biasa yang ada kamu di dalamnya" itu yang paling nempel buatku, karena aku ingat awal-awal dulu juga begitu, hari yang paling diingat justru yang tidak ada acaranya sama sekali. Tebakanku, tulisan hari ke tiga puluh nanti bakal lebih pendek tapi lebih tenang :)

    Permalink
  • IntanKarlina

    Aku juga dulu ngitung hari begini waktu awal-awal, dan yang paling kepikiran justru satu chat receh saja sudah cukup bikin senang. Semoga hari ke dua puluh tiga besok tetap biasa saja kayak gini.

    Permalink

Related posts

Publik 2 percakapan 6 pikiran 21 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari kedua puluh dua.

Dalam grup