Juga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
Pikiran
Juga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
Konten postingan
aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
barangkali tidak sedikit orang yang lebih dulu terpikat oleh senyum atau sorot matamu. semesta memang menciptakanmu dengan segala rupa keindahan yang kasat mata.
anehnya, keindahan itu justru luput dari mataku pada pertemuan-pertemuan pertama kita. aku jatuh pada langkah-langkah kakimu.
seolah setiap langkahmu masih menyimpan gema doa yang baru saja kamu langit kan. kadang pelan, kadang sedikit tergesa, namun tak pernah kehilangan arah.
barangkali, sejak saat itulah aku mulai mengingat mu.
Thoughts
-
PermalinkJuga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
-
PermalinkKeindahan aktif dalam perbuatan lebih menarik daripada yang pasif. Langkah tenang namun pasti, kadang lambat kadang cepat. Itu tanda orang yang tahu arah.
-
PermalinkKata "mempesona" dulu artinya sihir magis. Di sini keindahan sejati ada dalam langkah yang punya arah, bukan sorot mata. Senang banget membaca ini.
Related posts
-
Hari Ketiga Puluh Satu, Kita Mulai Lagi.
Satu hari setelah satu bulan.
-
Tiga Puluh Hari, di Laut yang Sama.
Tiga puluh hari.
-
Dua Puluh Sembilan Hari Menjadi Kita.
Satu hari lagi.
-
Dua Puluh Delapan Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh delapan.
-
Dua Puluh Tujuh Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh tujuh.
-
Dua Puluh Enam Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh enam.
-
Dua Puluh Lima Hari, Setelah Hujan.
Hari ini hari kedua puluh lima.
-
Dua Puluh Empat Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh empat.