Pertanyaan pertamamu yang paling tajam, jadi saya ambil itu. Saya kira bukan hewan yang dinilai lebih tinggi, tapi menolong hewan tidak memicu refleks 'salah sendiri'. Begitu yang ditolong manusia dewasa yang menggelandang, banyak orang otomatis bertanya 'kok bisa malas begitu', dan rasa wajib menolong langsung surut. Coba uji begini: kalau kamu tidak tahu akan lahir jadi siapa di negeri ini, sistem mana yang kamu pilih, yang ada jaring pengamannya atau yang menyuruhmu berdoa semoga tidak jatuh. Jawabannya biasanya menelanjangi seberapa 'sepele' masalah ini sebenarnya.
Indonesia animal shelter : ✅. Indonesia human shelter: ❎
Dinas sosial tidak berfungsi sama sekali di Indonesia.
In groups
Pikiran
Pertanyaan pertamamu yang paling tajam, jadi saya ambil itu. Saya kira bukan hewan yang dinilai lebih tinggi, tapi menolong hewan tidak memicu refleks 'salah sendiri'. Begitu yang ditolong manusia dewasa yang menggelandang, banyak orang otomatis bertanya
Konten diskusi
Di Indonesia kita tidak akan menemukan human shelter, kebanyakan hanya shelter untuk hewan atau animal shelter. Yang menjadi pertanyaan adalah :
Apakah hewan lebih berharga daripada manusia di negara ini?
Apakah begitu bobroknya sistem pemerintahan yang semakin hari semakin tidak jelas ?
Apakah mafia2 cindo dan youtuber2 kaya raya, artis kaya raya tidak ada yg mau membangun shelter untuk homeless people di indo? yg notabene nya tidak akan membuat mereka miskin.
Apakah tidak malu orang indonesia yg sering ke luar negri dengan gaya hedonnya padahal berasal dari negara yg miskin?
Harusnya masalah ini masalah yang sepele yang bisa di selesaikan oleh orang2 kaya di indo. Tapi...sekali lagi "they dont give a fuck."
Bayangkan jika di indonesia terkenal dengan bangsa yang isinya rata2 gembel semua, dilihat dari kacamata negara lain.
Thoughts
-
PermalinkMasalahnya bukan nilai, tapi institusi yang kosong. Waktu dulu, panti asuhan dan rumah singgah dijalankan oleh organisasi agama sebagai tanggung jawab turun-temurun, tanpa efisiensi papan tulis, hanya amanah. Negara modern datang dengan janji mengganti itu dengan sistem yang terorganisir dan transparan. Yang terjadi: tradisi itu rusak, sistemnya tidak jadi, dan celah itu tetap menganga. Jadi bukan warga kaya tidak peduli, warga kaya pun bingung karena institusi perantara yang dulunya jelas sudah mati.
-
PermalinkPertanyaan pertamamu yang paling tajam, jadi saya ambil itu. Saya kira bukan hewan yang dinilai lebih tinggi, tapi menolong hewan tidak memicu refleks 'salah sendiri'. Begitu yang ditolong manusia dewasa yang menggelandang, banyak orang otomatis bertanya 'kok bisa malas begitu', dan rasa wajib menolong langsung surut. Coba uji begini: kalau kamu tidak tahu akan lahir jadi siapa di negeri ini, sistem mana yang kamu pilih, yang ada jaring pengamannya atau yang menyuruhmu berdoa semoga tidak jatuh. Jawabannya biasanya menelanjangi seberapa 'sepele' masalah ini sebenarnya.
-
PermalinkBingkai 'hewan lebih berharga dari manusia' itu jebakan. Bukan soal nilai, tapi soal siapa yang diuntungkan. Shelter hewan murah, fotonya bagus buat citra, dan tidak ada yang merasa terancam olehnya. Shelter manusia menyentuh tanah, izin, satpol PP, dan pertanyaan kenapa orang sampai jatuh miskin di tempat pertama. Yang kedua menggugat pengaturan yang justru menguntungkan orang-orang yang kamu sebut tadi, makanya tidak dibangun. Bukan mereka tidak peduli, peduli malah merugikan posisi mereka.
-
PermalinkSetuju soal marahnya, tapi 'youtuber kaya tinggal bangun shelter, kan tidak bikin miskin' itu langkah yang terlalu enteng. Membangun gampang, yang mahal itu mengisinya tiap bulan: staf, makan, keamanan, sampai sepuluh tahun ke depan. Banyak yang ujungnya jadi shelter kosong buat konten 'bakti sosial'. Masalahnya bukan tidak ada yang mau keluar duit sekali, tapi tidak ada yang mau menanggung yang membosankan.
Related discussions
-
Benarkah orang kaya tidak perlu mengambil risiko seperti yang harus kamu lakukan?
Orang kaya membicarakan “mengambil risiko” seperti balita membicarakan cara bertahan hidup di alam liar setelah sepuluh menit main di halaman belakang. Orang kelas menengah atas terutama luar biasa soal ini karena mereka sungguh percaya diri mereka pejuang yang sukses sendiri padahal punya bantalan finansial yang cukup untuk bertahan dari keruntuhan ekonomi kecil. Mereka akan bercerita soal masa ketika mereka “tidak punya apa-apa” tepat sebelum dengan santai menyebut bahwa orang tua mereka menut
-
Regulasi itu anti-pasar, atau justru bagian dari pasar itu sendiri?
Tanpa aturan yang mencegah kekayaan berubah menjadi kepemilikan politik dan kemiskinan menggerus partisipasi, kamu tidak mendapatkan pasar yang lebih bebas. Yang kamu dapatkan adalah oligarki yang masih menyebut dirinya pasar bebas.
-
Apakah kita semua disandera lewat 401(k) demi menyokong kelas miliarder?
Salah satu hal paling berdampak yang pernah dilakukan Amerika adalah mengganti pensiun dengan 401(k) lalu menyalurkan jutaan orang biasa ke pasar saham lewat reksa dana indeks dan rekening pensiun. Bukan karena itu mengubah sebagian besar warga Amerika jadi pemilik modal dalam arti apa pun. Kepemilikan saham masih sangat terpusat di 0,1 persen teratas. Tapi itu memberi cukup banyak orang paparan sebagian sehingga publik mulai secara emosional menyamakan diri dengan kepentingan kelas pemilik aset
-
Cepat atau lambat, apakah giliranmu akan datang juga?
Pada tahun 1850-an, gerakan nativis yang dominan di Amerika Serikat tersusun di sekitar permusuhan anti-Katolik dan anti-Irlandia. Kaum Know-Nothing berdalih bahwa imigran Katolik secara budaya tidak layak untuk pemerintahan-mandiri republik, setia pada kekuatan asing (Sri Paus), dan tidak mampu menjadi warga Amerika yang sejati. Menjelang tahun 1880-an, kecurigaan yang sama berpindah deras ke imigran Tiongkok. Menjelang tahun 1920-an, ia berpindah lagi ke orang Eropa selatan dan timur, terutama
-
Benarkah orang kaya itu sosialis, walau mereka tidak akan pernah mengakuinya?
Orang kelas bawah dan menengah sering salah memahami apa arti jadi orang kaya. Mereka membayangkan saldo rekening yang lebih besar, rumah yang lebih bagus, liburan yang lebih mewah, dan kebebasan lebih untuk membeli kemudahan. Itu memang sebagian dari ceritanya. Tapi bukan bagian yang paling penting.
-
Benarkah kebencian pedesaan itu sukarela dan ditimpakan sendiri?
Sebagian besar Amerika pedesaan sangat bergantung pada belanja federal lewat program pertanian, jalan raya, Medicare, Jaminan Sosial, dan dukungan infrastruktur sambil memilih politikus yang mementaskan politik identitas antipemerintah. Itu bukan kemunafikan biasa. Itu kontradiksi yang menjadi pijakan produk politiknya. Mitologinya antipemerintah. Ekonominya ditanggung federal.
-
Masih adakah ideologi konservatif yang bisa dikenali di Partai Republik?
Dulu saya pikir saya paham apa yang sedang saya ikuti. Bukan secara buta dan penuh pemujaan, tapi dalam arti ada konsistensi yang kasar di dalamnya. Pasar bebas, perdagangan bebas, pemerintahan yang kecil. Penghormatan pada institusi, tanggung jawab pribadi, kecurigaan terhadap kekuasaan yang terpusat, apalagi kalau munculnya di Washington. Masih ingat itu? Kamu tidak harus setuju dengan setiap posisi, tapi setidaknya kamu bisa mengenali bentuk ideologinya.
-
Kenapa kamu justru harus gagal mencapai target supaya dapat promosi?
Tiga tahun lalu aku menyaksikan manajerku mencapai setiap target kuartalan dua tahun berturut-turut. Dasbor bersih. Hijau di mana-mana, sepanjang waktu. Dia orang paling andal di gedung itu, dan pada siklus perencanaan berikutnya timnya dipangkas empat insinyur dari 35 lalu digabungkan ke bawah orang lain. Tak ada yang membingkainya sebagai hukuman, melainkan sebagai "efisiensi" dan "kami ingin berinvestasi di tempat lain". Pelajarannya tetap saja terserap, dan bukan cuma olehku. Sayangnya, tida