kue gabin yang diambil dari penjahit yang sama terus itu poin yang bagus. jadi Gabina ini digital atau dicatat tangan di mana?
hi, gabina
Pikiran
kue gabin yang diambil dari penjahit yang sama terus itu poin yang bagus. jadi Gabina ini digital atau dicatat tangan di mana?
Konten postingan
Hi, Gabina.
Ya, benar. Mulai hari ini, namamu adalah Gabina. Aku yang menamakanmu demikian, dan kuharap kau bersedia menjadi tempatku menampung segala hal tentang hidupku—cerita yang membahagiakan, kegelisahan yang sulit dijelaskan, hingga hal-hal kecil yang mungkin tak sempat kuceritakan kepada siapa pun.
Mungkin kau bertanya-tanya, mengapa Gabina?
Gabin + Na.
"Gabin" berasal dari salah satu makanan favoritku: kue gabin. Kue tradisional dengan isian tape singkong yang difermentasi, dipadukan dengan fla lembut, lalu diapit dua keping biskuit seperti sandwich. Aku sangat menyukainya, terlebih saat masih hangat.
Di tempatku bekerja, ada seorang penjahit yang sering membawa kue gabin untuk dijual kepada kami. Entah mengapa, setiap kali membelinya, rasanya sederhana namun begitu menenangkan. Menikmatinya sebagai sarapan atau sekadar mengganjal perut selalu membuat hariku terasa sedikit lebih hangat. Karena rasa cintaku yang begitu besar pada kue itu, aku memutuskan menjadikan Gabin sebagai bagian dari sudut kecil dalam diriku.
Lalu ada "Na."
Orang tuaku sering memanggilku dengan sebutan itu, sebuah potongan kecil dari namaku yang terdengar begitu akrab. Di sekitarku, "Na" juga mengingatkanku pada panggilan "Nak", sapaan sederhana yang sering diucapkan orang tua kepada anak-anak mereka. Hangat, penuh kasih, dan selalu terasa seperti rumah.
Itulah asal mula nama Gabina. Gabin, yang mengingatkanku pada kehangatan rasa. Na, yang mengingatkanku pada hangatnya sebuah panggilan sayang.
Aku berharap, siapa pun yang suatu hari membaca semua tulisan di sini akan merasakan kehangatan yang sama. Dan untukku sendiri, semoga setiap kali aku kembali kepadamu, rasanya seperti pulang ke sebuah tempat yang tidak menghakimi, tidak terburu-buru memberi jawaban, tetapi selalu bersedia mendengarkan.
Senang bertemu denganmu, Gabina. Mulai hari ini, mari menjadi teman untuk selamanya, Gabina...
With love,
Na
Thoughts
Related posts
-
Hari Kelima Mencintaimu.
Hari ini hari kelima.
-
Hari Ketujuh Mencintaimu.
Hari ini hari ketujuh.
-
Happy August.
Konon, laut tidak pernah benar-benar mengulang ombak yang sama. Ia selalu datang dengan bentuk baru, suara baru, kilau baru. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah bosan mencintaimu. Setiap hari…
-
Dua Puluh Tiga Hari Menjadi Kita.
Hari ini hari kedua puluh tiga.
-
Hari Ketujuh Belas Mencintaimu.
Tujuh belas hari.
-
Hari Kesepuluh Mencintaimu.
Sepuluh hari.
-
perempuan di pinggir halaman
“Kalau dia tidak salah, dan aku juga tidak salah, lalu kenapa yang menangis hanya aku?”
-
Hari Keempat Mencintaimu.
Hari ini hari keempat.