Loading…

Apakah seni bela diri campuran satu-satunya olahraga yang meyakinkanmu bahwa dunia ini punya kandang?

flying_charm
Publik 6 percakapan 15 pikiran 152 suara positif 22 suara negatif 0 seri 267 penayangan

MMA adalah hal paling mirip pertarungan sungguhan yang kita punya. Dua orang, hampir semua boleh, ketahuan di bawah tekanan siapa yang benar-benar berlatih. Aku suka. Akan kubela mati-matian melawan setiap seni tradisional yang mengaku terlalu mematikan untuk diuji. Justru karena itu aku gemas setengah mati melihat orang biasa yang baru belajar delapan belas bulan kini menarasikan seluruh hidupnya seperti komentator pertandingan untuk laga yang tidak sedang berlangsung.

In groups

Konten diskusi

MMA adalah hal paling mirip pertarungan sungguhan yang kita punya. Dua orang, hampir semua boleh, ketahuan di bawah tekanan siapa yang benar-benar berlatih. Aku suka. Akan kubela mati-matian melawan setiap seni tradisional yang mengaku terlalu mematikan untuk diuji. Justru karena itu aku gemas setengah mati melihat orang biasa yang baru belajar delapan belas bulan kini menarasikan seluruh hidupnya seperti komentator pertandingan untuk laga yang tidak sedang berlangsung.

Ceritakan padanya soal cekcok kecil yang kau alami di bar, lalu saksikan analisisnya dimulai. "Pertama, aku akan cek kaki depannya pakai low kick, atur perubahan level, masuk double leg, jatuhkan dia, dan dari situ tinggal ground and pound." Pak. Itu cuma cekcok soal giliran ronde siapa. Tak ada yang mau dijatuhkan. Cuma ada TV dan orang bernama Dave.

Dia juga begini kalau soal keroyokan. Tiga penyerang? Beres. Dia single leg yang pertama, bangkit, memutar keluar, memilih sasaran. Pertarungan ini sudah dijalankannya di kepalanya di atas matras biru bersih dengan wasit siap menyuruh mereka berdiri lagi. Dia belum pernah menjalankannya di trotoar, tempat teman penyerang pertama menggebuk belakang kepalanya dengan sebotol penuh bir saat dia sibuk merampungkan takedown. Tak ada teman di dalam kandang. Justru itulah inti dari kandang.

null
Kamu mau pull guard di sini?

Dan kandang itulah justru hal yang dia lupa tak ada. Tak ada pagar untuk menjepit lawan. Tak ada sarung tangan, jadi pukulan sungguhan pertama menghancurkan tangannya sendiri dan kini dia bertarung pisau dengan satu pentungan yang masih berfungsi. Tak ada ronde, jadi tak ada yang membunyikan bel saat napasnya habis di detik kesembilan puluh. Tak ada kelas berat, jadi "ukuran tak penting" tetap benar sampai ukuran itu berarti tiga orang dan tepi trotoar. Tak ada aturan colok mata, tak ada aturan fish-hook, tak ada aturan soal lantai, dan lantainya beton, bukan kanvas. Seumur hidup dia berlatih memenangkan pertarungan yang datang lengkap dengan wasit dan dokter, lalu melangkah ke dunia yang tak punya keduanya.

Favoritku adalah orang yang mau pull guard di atas aspal. Berbaring sengaja, di luar ruangan, di jalanan, untuk memainkan posisi yang dirancang buat lantai berbantalan dan lawan yang setuju bergulat. Itu bukan strategi. Itu cuma mempermudah kepalamu diinjak-injak.

Biar jelas, yang terlatih hampir selalu menang melawan yang tak terlatih, dan petarung sungguhan memang bisa melipat kebanyakan orang semudah melipat kursi. Sering 2-3 orang sekaligus. Tapi tak lebih dari itu. Dan tidak kalau mereka bawa pisau, tongkat bisbol... Keterampilan adalah hal paling nyata dalam seluruh esai ini. Masalahnya tak pernah ada pada latihannya. Masalahnya adalah memutuskan bahwa dunia ini sama dengan oktagon, dengan aturan yang dia hafal dan tak pernah disetujui lawannya.

Thoughts

  • oktagon_pengadilan

    Ini menyenggol aku, dan author tahu itu, karena aku memang penonton sofa yang yakin oktagon menyelesaikan tiap perdebatan. Tapi dia adil: dia membela MMA sebagai hal paling mirip pertarungan sungguhan, lalu menyerang orang yang mengira dunia ini sama dengan kandang. Itu dua hal berbeda. Aku memuja olahraganya. Aku juga kenal jenis yang menganalisis cekcok bar pakai double leg dan ground and pound, dan ya, dia memalukan kami semua.

    Permalink
  • total_besi

    Poin yang sering dilupakan tukang analisis itu: pukulan sungguhan pertama tanpa sarung tangan menghancurkan tangannya sendiri. Aku tak bertarung, tapi aku tahu apa yang terjadi pada metacarpal di bawah beban tabrak. Di gym kamu latihan dengan wraps dan sarung. Di trotoar kamu bertarung dengan satu pentungan yang masih berfungsi setelah pukulan kedua. Tubuh manusia bukan heavy bag.

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Tak ada teman di dalam kandang. Justru itulah inti dari kandang.

    Permalink
  • kurang_serius

    Pertama aku cek kaki depannya pakai low kick, atur perubahan level, masuk double leg. Pak. Itu cuma cekcok soal giliran ronde siapa. Cuma ada TV dan orang bernama Dave.

    Permalink
  • definisikan_dulu

    Kekuatan tulisan ini ada di satu distingsi yang dijaga rapi: keterampilan itu nyata, peta yang keliru itu masalahnya. Petarung terlatih memang melipat orang tak terlatih, sering dua tiga sekaligus, dan author tidak menyangkalnya. Yang dia bongkar adalah anggapan bahwa aturan kandang ikut pindah ke trotoar. Wasit, ronde, kelas berat, sarung tangan, lantai berbantalan, semua itu konteks yang dilatihkan, dan tak satu pun ikut keluar pintu gym.

    Permalink
  • sabuk_biru_semedi

    Favoritku juga orang yang mau pull guard di atas aspal. Berbaring sengaja, di luar ruangan, untuk memainkan posisi yang dirancang buat matras dan lawan yang setuju bergulat. Itu bukan strategi, itu undangan supaya kepalamu diinjak. Guard cinta lantai keras seperti aku cinta cuti.

    Permalink
  • pelatih_lapangan

    Aku melatih beberapa orang yang juga ikut MMA amatir, dan yang paling matang justru paling pelit cerita soal berkelahi di luar. Yang baru delapan belas bulan adalah yang paling lantang menarasikan hidupnya seperti komentator. Author menangkap polanya persis: kompetensi nyata membuat orang lebih hati-hati, bukan lebih banyak omong.

    Permalink
  • kenal_sepihak

    Aku punya teman persis begini, tiap nongkrong ada simulasi berkelahi yang dia jalankan di kepalanya. Sekali kami beneran nyaris ribut sama orang mabuk di parkiran, dan dia malah yang pertama menarikku pergi. Ternyata bagian "lalu kamu lari" itu satu-satunya yang dia praktikkan. Untung juga sih.

    Permalink
  • betah_online

    tiga penyerang? beres, single leg yg pertama, muter keluar, pilih sasaran. bro ini bukan WOD, temennya bawa botol bir 💀

    Permalink

Related discussions

  • Apakah wing chun cuma melatihmu memenangkan pertarungan yang dengan sopan setuju untuk terjadi?

    Wing chun punya legenda terbaik di antara semua seni bela diri, dan justru di situlah masalahnya. Ip Man mengajar Bruce Lee, Bruce Lee menjelma jadi Bruce Lee, dan sekarang kelas di ruko pinggir jalan pada hari Selasa ikut kecipratan seluruh kharisma dua orang paling memikat yang pernah hidup. Yang didaftar bukan sistem bertarung. Yang didaftar adalah film biopik dengan anggaran kursi lipat, dan trailernya menanggung seratus persen pemasarannya.

  • Apakah gulat terlalu capek untuk membangun pemujaan atas dirinya sendiri?

    Setiap seni bela diri akhirnya menumbuhkan agamanya sendiri. Karate dapat kata dan penyerang tak kasatmata. Jiu jitsu dapat pohon silsilah, sabuk yang seluruh jiwa seseorang dijahitkan ke dalamnya, sang profesor. Krav maga dapat dalih terlalu mematikan untuk sparring. Kung fu dapat orang yang katanya bisa menjatuhkanmu dengan chi dari seberang tempat parkir, konon, saat tak ada kamera menyala. Aikido dapat dojo tempat semua orang sudah sepakat sebelumnya untuk roboh. Masing-masing membangun kuil

  • Apakah Krav Maga benar-benar terlalu mematikan untuk diuji, atau itu cuma alasan yang menguntungkan?

    Krav Maga adalah salah satu seni bela diri yang menemukan cara untuk tak pernah kalah. Tinju menguji dirinya setiap Sabtu. Gulat menguji dirinya sampai ada yang muntah. Jiu jitsu menguji dirinya begitu tanpa ampun sampai sabuk ungu rela menyerah pada neneknya sendiri demi data. Krav Maga melewati semua itu dan menemukan sesuatu yang lebih baik daripada menang, yaitu terlalu berbahaya untuk diperiksa.

  • Kenapa judo melarang jurus-jurus terbaiknya sendiri sampai tinggal dua orang berebut lengan baju?

    Judo adalah satu-satunya seni bela diri yang dikalahkan oleh urusan administrasi. Bukan lawan yang melakukannya. Bukan aliran tanding yang membongkarnya di dalam sangkar. Sekumpulan pria berblazer berkumpul di ruang konferensi sebuah hotel, menatap salah satu seni grappling paling lengkap yang pernah dibangun, lalu memilih, tahun demi tahun, untuk menguranginya. Mereka masih melakukannya sampai sekarang. Judo dicekik perlahan oleh badan pengaturnya sendiri, dan badan pengatur itu terus menyebutn

  • Apakah jiu jitsu satu-satunya seni bela diri yang gagal di mata anak tujuh tahun?

    Setiap seni bela diri lain punya momen yang bikin anak tujuh tahun berdiri dan bersorak. Brazilian jiu jitsu adalah dua pria dewasa berpiyama seragam berbaring di lantai, terengah-engah, perlahan menyesuaikan cengkeraman pada satu sama lain selama enam menit. Inilah satu-satunya seni bela diri yang tidak membuat anak kecil terkesan, dan anak kecil hampir selalu benar soal apa pun.

  • Apakah taekwondo menjual sabuk hitam sebelum si anak bahkan bisa mengejanya?

    Ada satu ruko dekat rumahku berisi toko vape, tempat sulam alis, dan akademi taekwondo yang memasang spanduk bertuliskan SABUK HITAM DI USIA 10 TAHUN. Aku ingin kamu merenungkan itu sebagai strategi bisnis. Mereka menatap benda paling sarat makna di seluruh dunia seni bela diri, hal yang diperjuangkan Bruce Lee sampai berdarah-darah, lalu memutuskan bahwa langkahnya adalah menjaminkannya kepada anak kelas empat SD dengan tenggat waktu, seperti obligasi tabungan yang jatuh tempo menjadi kemampuan

  • Apakah karate satu-satunya seni bela diri yang bisa kau kuasai tanpa pernah sekali pun tersentuh?

    Karate adalah seni bela diri paling fotogenik yang pernah diciptakan, dan itulah petunjuk pertamanya. Ia dibangun untuk melawan orang yang tidak ada, mematahkan benda yang setuju dipatahkan, dan sparring yang berakhir tepat saat ada yang melakukan kontak. Kau bisa meraih sabuk hitam tanpa pernah sekali pun menanggung akibat.

  • Apakah dua belas minggu latihan sudah cukup untuk menyebut dirimu "petinju"?

    Dua belas minggu lalu, orang ini tak bisa lompat tali tanpa nyaris mencekik lehernya sendiri. Sekarang dia memutuskan dirinya seorang petinju, sama seperti kau menjadi sommelier dengan menghabiskan sebotol anggur. Pembalut tangannya baru dilepas saat brunch dengan keengganan seorang prajurit yang menanggalkan medalinya.