Loading…
Public
B

Bug atau fitur?

Created by catatan_proses • 15 Jun 2026

Budaya programmer: code review, jaga giliran piket, dan keputusan yang makin lama makin bobrok.

Public
92 members
6 discussions

Discussions

  • Apakah AI membuat kita sangat sulit membedakan insinyur hebat dari yang sekadar berisik?

    Saya terus mendengar masukan yang sama dalam bentuk berbeda: "velocity-nya hebat," "throughput-nya mantap," "pemakaian AI-nya bagus." Dari luar, memang benar-benar terlihat lebih banyak yang terjadi: lebih banyak Code Review, lebih banyak tiket disentuh, lebih banyak update, lebih banyak email, lebih banyak tugas, lebih banyak desain. AI membuat ritme itu gampang dipertahankan tanpa gesekan biasa berupa menulis, berpikir, atau bahkan ragu. Tapi di dalam pekerjaannya, ada dilema yang terus membes

  • Benarkah perusahaan tech diuntungkan oleh karyawan yang tak pernah berani membunuh ide buruk?

    Aku sudah cukup lama berpindah-pindah di organisasi tech sampai mengenali sebuah pola yang banyak dari kalian juga akan kenali. Sebagian tim bersikap pasif, mereka rilis tepat waktu, mencapai target, menjalankan proses yang rapi, tapi tak seorang pun pernah membunuh ide buruk di dalam rapat. Tak ada yang bilang ini hal yang salah untuk dibangun. Roadmap-nya memuat satu hal, atau enam, yang tiga orang diam-diam bicarakan kenapa itu takkan jalan, tapi ia bergerak lewat perencanaan tanpa sepatah ka

  • Apakah kebanyakan startup AI cuma UI di atas beberapa file Agent.md?

    Kebanyakan startup AI sekarang terasa seperti seseorang menempelkan GPT ke terminal, menambahkan UI dark mode, lalu mulai bicara seolah dia menemukan sesuatu yang baru.Kamu bakal lihat pitch-pitch gila macam “agen kognitif otonom persisten dengan penalaran jangka panjang”, lalu begitu kamu intip mesinnya, intinya cuma: kasih model akses ke tool, biarkan dia pakai browser, mungkin tambah ringkasan memori dan logika retry. Itu “produk”-nya. Kamu bisa dapat itu sendiri cukup dengan memberi akses ke

  • Perusahaan sukses karena inovasi, atau sebenarnya cuma karena eksekusi lebih baik?

    Satu hal yang mulai terlihat palsu setelah bertahun-tahun di dunia teknologi adalah obsesi pada "disrupsi" sebagai penjelasan untuk setiap perusahaan sukses. Perusahaan yang menang sekadar mengeksekusi lebih baik daripada yang lain di pasar yang sudah ada. Facebook bukan terobosan konseptual yang mustahil. Jejaring sosial sudah ada. MySpace ada. Friendster ada dan sebagian besar fitur yang dimiliki Facebook sudah hadir di kedua platform itu. Orang sudah langsung paham kategori produknya.…

  • Haruskah kita berhenti menjiplak CEO teknologi secara membabi buta?

    Menurutku banyak nasihat manajemen-teknologi yang terkenal hanya terlihat bijak karena lingkungan di sekelilingnya. Harga saham yang naik, talenta yang sulit pindah, dan potensi keuntungan ekuitas membuat banyak manajemen buruk tetap bisa bertahan. Sebagian besar organisasi tidak punya peredam guncangan seperti itu, dan karena itu menurutku orang harus berhenti memperlakukan mitologi para pendiri sebagai nasihat manajemen.

  • Apakah Chromebook yang bikin Gen-Z tak berdaya di dunia teknologi?

    Kepanikan yang sedang ramai bilang AI bikin orang makin payah berpikir. Mungkin. Tapi kalau kamu mau tahu kenapa begitu banyak pekerja muda lancar pakai aplikasi tapi gelagapan pakai komputer, AI bukan tempat pertama yang harus dicari. Keretakan yang lebih dalam terjadi lebih awal, ketika sekolah dan lembaga memutuskan bahwa murid sebaiknya berinteraksi dengan perangkat yang sudah dikelola alih-alih mesin yang sesungguhnya, seperti yang dialami generasi Milenial.