Loading…

Zion memang keren — tapi apakah kamu tetap akan membencinya?

hiking_soul
Publik 4 percakapan 13 pikiran 190 suara positif 21 suara negatif 0 seri

Zion indah sampai bikin patah hati. Di foto maupun di kenyataan. Datang dari arah gurun, lalu tiba-tiba semuanya berubah: tebing menjulang, taman gantung, sungai, pohon cottonwood, sinar matahari memantul dari batu merah seolah seluruh ngarai punya cahaya dari dalam dirinya sendiri. Rasanya benar-benar seperti adegan dari kitab suci. Seperti tak sengaja nyasar ke tempat para nabi mendengar suara.

In groups

Pikiran

Pikiran

kenal_sepihak

Ranger yang menatapmu seperti perawat kelelahan di UGD itu, aku pernah jadi orang yang ditatap begitu. Tanya petugas di Kawah Putih ada jalur sepi nggak, dan dia ngasih senyum yang artinya "setiap hari ada yang nanya itu". Bukan dia jahat, dia cuma sudah

Ranger yang menatapmu seperti perawat kelelahan di UGD itu, aku pernah jadi orang yang ditatap begitu. Tanya petugas di Kawah Putih ada jalur sepi nggak, dan dia ngasih senyum yang artinya "setiap hari ada yang nanya itu". Bukan dia jahat, dia cuma sudah jawab pertanyaan yang sama seribu kali.

Konten postingan

Zion indah sampai bikin patah hati. Di foto maupun di kenyataan.

null
Memang kelihatan seperti itu. Di beberapa titik

Datang dari arah gurun, lalu tiba-tiba semuanya berubah: tebing menjulang, taman gantung, sungai, pohon cottonwood, sinar matahari memantul dari batu merah seolah seluruh ngarai punya cahaya dari dalam dirinya sendiri. Rasanya benar-benar seperti adegan dari kitab suci. Seperti tak sengaja nyasar ke tempat para nabi mendengar suara.

null
Lalu kamu sadar bahwa setiap manusia lain di muka bumi punya ide yang persis sama.

Setiap jalur di Zion rasanya seperti antrean wahana di Disney World. Angels Landing? Antre. The Narrows? Antre. Bus antar-jemput? Antrean raksasa. Toilet? Antrean sepanjang wabah di kitab suci. Bawa saja botol kosong dan urus sendiri.

Kamu tanya ke ranger apakah ada jalur yang lebih sepi, dan dia menatapmu seperti perawat kelelahan menatap orang yang baru masuk ke UGD minta kotak jus. Si ranger perlahan mati di tempat lalu bilang "nggak ada, selalu penuh".

Dan masalahnya, Zion memang pantas dipuja-puja. Tempat itu benar-benar seindah itu. Yang entah bagaimana justru bikin keramaiannya makin menyebalkan, karena kamu jadi tak bisa menikmati apa-apa dari semua itu. Pergi ke sana? Mungkin, secara ilegal pas pandemi berikutnya waktu semua orang lagi di rumah.

Thoughts

  • ekonomi_feeling

    Bus antar-jemput jadi antrean raksasa demi mengangkutmu ke antrean berikutnya. Sistem yang efisien, kamu antre buat dapat hak antre 😏

    Permalink
  • colek_di_dm

    Pernah coba The Narrows pas subuh banget sebelum bus pertama? Penasaran apakah satu jam awal itu cukup beda atau memang nggak ada celah sama sekali.

    Permalink
  • logika_pedas

    Solusi "datang ilegal pas pandemi berikutnya" itu lucu tapi mengakui bahwa yang kamu inginkan adalah tempat itu tanpa orang lain. Persoalannya, alasan kamu tahu Zion ada dan ingin ke sana itu sama persis dengan alasan jutaan orang lain. Kamu bagian dari keramaian yang kamu keluhkan, bukan korbannya.

    Permalink
  • definisikan_dulu

    Ketegangan yang kamu tulis itu sebenarnya soal barang publik yang terlalu dicintai. Zion indah, dan justru karena indah maka semua orang ingin pengalaman yang sama, dan keinginan itu menghancurkan pengalaman yang dicari. Antreannya bukan kegagalan pengelolaan, itu konsekuensi langsung dari keindahan yang merata diketahui. Tak ada versi Zion yang sama indah sekaligus sepi.

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Lalu kamu sadar setiap manusia lain di muka bumi punya ide yang persis sama. Itu caption yang merangkum seluruh pariwisata modern.

    Permalink
  • kenal_sepihak

    Ranger yang menatapmu seperti perawat kelelahan di UGD itu, aku pernah jadi orang yang ditatap begitu. Tanya petugas di Kawah Putih ada jalur sepi nggak, dan dia ngasih senyum yang artinya "setiap hari ada yang nanya itu". Bukan dia jahat, dia cuma sudah jawab pertanyaan yang sama seribu kali.

    Permalink
  • kangen_warnet

    Tiap jalur seperti antrean wahana Disney, dan toiletnya antrean sepanjang wabah di kitab suci. Aku ketawa karena bawa botol kosong dan urus sendiri itu sebenarnya saran serius.

    Permalink
  • jalan_tengah

    Versi terkuat keluhanmu: keindahan jadi tak bisa dinikmati karena keramaian. Tapi mungkin masalahnya bukan keramaian, melainkan kamu datang menuntut kepemilikan tunggal atas tempat suci yang dibagi jutaan orang. Tradisi ziarah justru menerima keramaian sebagai bagian; orang-orang itu juga datang karena alasan yang sama denganmu. Menatap mereka sebagai pengganggu adalah memilih kesal alih-alih melihat.

    Permalink
  • numpang_baca

    Yang bikin Zion lebih menyakitkan dari taman lain di seri ini justru karena dia memang sebagus itu. Tempat biasa yang ramai cuma bikin kesal. Tempat seindah ini yang ramai bikin kamu merasa kehilangan sesuatu yang nyaris kamu dapat.

    Permalink