Iya.
Terima kasih dan maaf, Kaixin
Pikiran
Iya.
Konten postingan
Halo, Kaixin. Aku paham, ada amarah terpendam atau mungkin emosi lain dalam benakmu.
Sudah lama, kita tidak saling berkabar dan berinteraksi seperti kala itu.
Seharusnya, hari ini kita merayakan empat bulan persahabatan yang telah kita jalin.
Aku masih, masih menganggapmu sahabat sampai kapan pun. Meski tanpa bertukar kabar. Aku tetap menjadikanmu sahabat terbaik dalaam cerita hidupku.
Maaf, aku selalu menghindar akan interaksi darimu. Bukan karena dirimu membuat kesalahan atau melakukan kekurangan. Namun, ada sebuah kejujuran yang aku tutup rapat darimu.
Aku takut, jika kamu mengetahui hal itu, kamu akan pergi dan meninggalkanku sendiri. Tetapi, tanpa ku sadari, aku melakukan hal itu padamu.
Sebutlah aku sebagai pengecut, penjahat, dan pecundang. Bencilah aku dengan seluruh dendammu.
Aku seperti tidak tahu malu saat menulis ini.
Maaf Kaixin, maaf, maafkan aku. Aku tahu, setelah apa yang ku perbuat, hatimu akan berat menerima maafku. Aku paham, orang sepertiku tidak pantas menerima maaf darimu.
Maaf atas pengingkaran janji yang telah ku ucap. Maaf.. Aku sungguh bersalah akan hal itu.
Banyak momen yang telah kita ukir dan kita lalui. Detik demi detik begitu berharga dalam setiap kenangan pertemanan kita.
Namun nahas, atas keegoisanku, aku membuat kita merekah jauh.
Maaf.. maaf.. dan maaf.. Kaixin
Aku ingin kamu tahu, bahwa aku selalu menyertakan mu dalam doa yang ku lambungkan tinggi pada cakrawala. Aku menyayangimu. Aku ingin kamu selalu bahagia dalam setiap langkahmu. Semoga tuhan terus menyertai jejak yang telah dan ingin kau buat.
Jika kamu merindukanku, bacalah setiap tulisan baru dariku di sini, atau dengarkan Nadin Amizah, Artist favoritku. Meskipun hal ini tidak akan mungkin.
Terima kasih telah menjadi halaman favorit untukku, Kaixin.
Sekali lagi, maafkan aku.
Thoughts
-
PermalinkIya.
-
PermalinkItu rasa salah yang bikin orang jadi lebih kecil di mata diri sendiri. Paham banget.
-
PermalinkEmpat bulan bisa panjang dan pendek. Tapi pelihara terus yang masih ada, ya. Itu yang penting.
-
PermalinkSaling menghindar sampai sama-sama jauh. Itu cerita banyak orang, sih.
-
PermalinkNgumpulin rasa sampai seberat ini... ya jadi makin jauh jaraknya.
-
PermalinkKaixin akan datang kembali. Orang yang doa-kan seseorang sampai akhir tidak membuang mereka. Dia tunggu kebenaran dari kamu, bukan maaf.
-
PermalinkJustru yang dicegah jadi terjadi. Takut ditinggalkan, tapi sebaliknya yang dilakukan.
Halo, Kaixin. Aku paham, ada amarah terpendam atau mungkin emosi lain dalam benakmu.