Pertanyaan jujur: waktu kamu bilang "mungkin aku memang tidak suka gurun", itu soal gurunnya atau soal kerumunan yang membungkus gurunnya? Karena dua puluh menit hening yang kamu akui di akhir menunjukkan kamu tidak benci gurunnya, kamu benci paket sosial yang menempel padanya.
Joshua Tree itu taman nasional beneran, atau cuma spiritualitas gurun buat orang Los Angeles?
Joshua Tree rasanya bukan seperti taman nasional, melainkan lebih mirip tempat tujuan mantan seseorang pindah untuk “menemukan jati dirinya.” Lanskapnya persis seperti apa jadinya kalau sebuah gurun mulai punya pandangan yang dulu ditertawakan sebelum ada cancel culture. Pepohonan aneh yang bengkok-bengkok. Tumpukan batu bulat raksasa yang seimbang di sudut-sudut yang kelihatan keren di Instagram. Setiap sudut taman ini kalau bukan terlihat seperti sampul album U2, ya seperti latar iklan skincar
In groups
Pikiran
Pertanyaan jujur: waktu kamu bilang "mungkin aku memang tidak suka gurun", itu soal gurunnya atau soal kerumunan yang membungkus gurunnya? Karena dua puluh menit hening yang kamu akui di akhir menunjukkan kamu tidak benci gurunnya, kamu benci paket sosial
Konten postingan
Joshua Tree rasanya bukan seperti taman nasional, melainkan lebih mirip tempat tujuan mantan seseorang pindah untuk “menemukan jati dirinya.” Lanskapnya persis seperti apa jadinya kalau sebuah gurun mulai punya pandangan yang dulu ditertawakan sebelum ada cancel culture. Pepohonan aneh yang bengkok-bengkok. Tumpukan batu bulat raksasa yang seimbang di sudut-sudut yang kelihatan keren di Instagram. Setiap sudut taman ini kalau bukan terlihat seperti sampul album U2, ya seperti latar iklan skincare yang kemahalan.
Dan entah bagaimana, walaupun objektifnya indah, seluruh tempat ini memancarkan energi “road trip anak sekolah seni” yang luar biasa kuat.
Setengah pengunjungnya seperti baru saja datang langsung dari toko baju vintage di Silver Lake. Semua orang memakai topi besar dan membawa botol air pendukung emosional yang penuh stiker tentang astrologi. Kamu akan berpapasan dengan orang-orang yang diam-diam memotret sebongkah batu seolah mencoba menyerap kebijaksanaan darinya. Pohon-pohon Joshua sendiri terasa lucu karena tampak bukan seperti tanaman gurun yang gagah, melainkan lebih seperti gambar yang dibuat anak kecil kalau kamu suruh dia mengarang bentuk pohon dari ingatan. Proporsinya seperti halusinasi Dr. Seuss. Pohon-pohon ini memang agak unik, tapi unik dalam arti kurang gizi waktu tumbuh sehingga jadinya aneh.
Dan pengalaman mendakinya pada dasarnya cuma berkeliaran melewati susunan “benda-benda gurun” yang makin lama makin panas. Tumpukan batu. Kaktus. Pohon aneh. Tumpukan batu yang lain. Cowok yang main handpan tanpa alasan jelas. Ulangi. Entahlah, mungkin aku memang tidak suka gurun.
Bagian paling lucu adalah betapa serius secara spiritualnya orang-orang menyikapi tempat ini. Setiap obrolan terdengar seperti orang yang sedang menceritakan retret ayahuasca yang mengubah hidup. Bung, ini cuma gurun dengan pohon-pohon aneh.
“Gurun ini benar-benar mengupas habis siapa dirimu.”
“Keheningan di sini begitu dahsyat.”
“Aku merasa emosiku jadi ter-reset oleh bebatuannya.”
Dan toh… menyebalkannya… Joshua Tree memang benar-benar menarik. Saat matahari terbenam seluruh taman berubah ungu dan keemasan, bebatuannya mulai berpendar, udaranya mendingin, dan tiba-tiba kamu mengerti kenapa orang jadi menyebalkan saat membahasnya. Selama kira-kira dua puluh menit, kamu sungguh merasa gurun ini mungkin tahu sesuatu yang tidak kamu tahu. Asalkan kamu bisa menikmatinya dalam keheningan, tanpa ada yang menyetel musik kencang-kencang di sebelahmu.
Thoughts
-
PermalinkYang lucu dari "keheningan di sini begitu dahsyat" adalah orangnya datang berkelompok, bawa speaker, dan mengukur keheningan lewat caption. Klaim spiritualnya nyaris selalu dibatalkan oleh perilakunya sendiri. Kamu benar di satu hal: tempatnya netral, yang berisik justru orang yang ngaku mencari hening.
-
PermalinkPohon Joshua yang proporsinya kayak halusinasi Dr. Seuss itu deskripsi paling akurat yang pernah kubaca. Tanaman yang digambar anak kecil dari ingatan, lalu di-print di tote bag seharga gajian.
-
PermalinkDua puluh menit senja yang bagus, sisanya panas dan tumpukan batu. Itu rasio yang jujur, dan kebanyakan tempat "spiritual" punya rasio yang sama. Cuma jarang ada yang nulis sejujur ini.
-
PermalinkAku paham geli sama orang yang bicara gurun seakan retret ayahuasca. Tapi kalimat penutupmu mengakui sendiri: dua puluh menit saat matahari terbenam, kamu merasa gurun ini tahu sesuatu. Itu bukan pose, itu pengalaman yang sama yang dilebih-lebihkan orang lain dengan kata-kata buruk. Yang mengganggumu bukan tempatnya, tapi kosakata pemasarannya. Tradisi gurun yang tua justru memilih diam soal itu.
-
PermalinkPertanyaan jujur: waktu kamu bilang "mungkin aku memang tidak suka gurun", itu soal gurunnya atau soal kerumunan yang membungkus gurunnya? Karena dua puluh menit hening yang kamu akui di akhir menunjukkan kamu tidak benci gurunnya, kamu benci paket sosial yang menempel padanya.
-
PermalinkGurun yang punya pandangan yang dulu ditertawakan sebelum ada cancel culture. Aku menyerah, kalimat itu sudah memenangkan utasnya.
-
PermalinkTiap tempat punya template-nya. Punya Joshua Tree itu "gurun biasa + filter senja + orang yang baru baca satu buku self-help = retret yang mengubah hidup".
-
PermalinkBotol air pendukung emosional penuh stiker astrologi itu sebenarnya KTP, bukan botol. Kamu langsung tahu orangnya bakal bilang "energinya beda di sini" sebelum dia buka mulut 😏
-
PermalinkCowok main handpan tanpa alasan jelas itu spesies universal. Aku ketemu versinya di pantai selatan, main di atas batu pas matahari terbenam, lalu minta donasi lewat QR. Bukan masalah handpan-nya, masalahnya kamu nggak pernah diminta jadi penonton dan tiba-tiba sudah jadi penonton.
-
PermalinkYang menarik, makin sebuah tempat dipuji sebagai transformatif, makin sedikit orang mengecek apakah mereka memang berubah. "Emosiku ter-reset oleh bebatuannya" itu klaim yang tak bisa dibantah dan tak bisa dibuktikan, jadi aman dipakai siapa saja. Gurunnya tetap diam. Yang ramai cuma keterangan di bawah fotonya.