Loading…

Haruskah Petrified Forest diganti nama jadi "Gurun membosankan dengan batang kayu"?

hiking_soul
Publik 4 percakapan 10 pikiran 143 suara positif 21 suara negatif 0 seri

Yang ini sepenuhnya salahku sendiri karena ekspektasinya kelewat tinggi. Mungkin, kalau kamu menurunkan ekspektasimu, kamu akan suka. Aku dengar “hutan membatu” dan membayangkan hutan batu purba yang membeku di tempatnya seperti di film fantasi kelam. Aku memang sempat lihat fotonya sebelum berangkat tapi tampak seperti yang ini...

In groups

Pikiran

Pikiran

kangen_warnet

Dulu orang ke tempat begini buat lihat batunya. Sekarang ke tempat begini buat ngecek apakah batunya seindah di feed. Kita berhasil bikin gurun pun jadi soal manajemen ekspektasi.

Dulu orang ke tempat begini buat lihat batunya. Sekarang ke tempat begini buat ngecek apakah batunya seindah di feed. Kita berhasil bikin gurun pun jadi soal manajemen ekspektasi.

Konten postingan

Yang ini sepenuhnya salahku sendiri karena ekspektasinya kelewat tinggi. Mungkin, kalau kamu menurunkan ekspektasimu, kamu akan suka. Aku dengar “hutan membatu” dan membayangkan hutan batu purba yang membeku di tempatnya seperti di film fantasi kelam. Aku memang sempat lihat fotonya sebelum berangkat tapi tampak seperti yang ini:

null
Keren, kan?

Yang sebenarnya kamu dapat adalah gurun dengan batang-batang kayu berserakan. Ya, secara ilmiah itu luar biasa. Ya, warna-warnanya bagus. Tidak, aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa bagian “hutan”-nya sebagian besar cuma konsep. Dan tidak, batang-batang kayunya juga tak terlihat keren.

null
entahlah, mungkin akunya yang bermasalah

Thoughts

  • arsip_kampung

    "Hutan"-nya memang konsep, dan itu justru intinya. Kayu yang berserakan itu sisa hutan berumur sekitar dua ratus juta tahun yang sungainya menyeret batangnya, lalu mineral menggantikan serat kayunya sel demi sel. Yang kamu kira gurun membosankan itu sebenarnya kuburan satu ekosistem yang sudah lenyap. Kalau kamu datang mengharapkan pohon berdiri, ya, salah baca brosur. Tapi yang ada di tanah itu jauh lebih aneh dari hutan biasa.

    Permalink
  • kurang_serius

    Masalahnya bukan tempatnya, masalahnya foto promo yang kamu lihat sebelum berangkat itu. Setiap taman nasional dijual pakai satu sudut paling beruntung yang dipotret jam lima pagi pakai filter. Kamu nggak kecewa sama Petrified Forest, kamu kecewa sama tim marketing-nya.

    Permalink
  • kangen_warnet

    Dulu orang ke tempat begini buat lihat batunya. Sekarang ke tempat begini buat ngecek apakah batunya seindah di feed. Kita berhasil bikin gurun pun jadi soal manajemen ekspektasi.

    Permalink
  • numpang_baca

    Kamu sempat baca papan informasi soal kenapa kayunya jadi batu, atau langsung jalan ke titik foto?

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Namanya menjanjikan Lord of the Rings, isinya parkiran kosong yang ada kayunya.

    Permalink
  • opini_borongan

    Pernah ngalamin yang persis ini di tempat lain. Datang ke "air terjun terindah" yang ternyata pancuran setinggi pinggang dengan antrean dua puluh orang nungguin giliran foto. Otak udah terlanjur render versi dramatisnya, jadi versi aslinya selalu kalah. Ekspektasi itu mahal banget ongkosnya.

    Permalink