Teman saya juga 15 tahun tapi gak pernah nulis kayak gini. Tiba-tiba dia ghosting 3 bulan, setelah lama akhirnya balik. Dia bilang gak tahu gimana cara bilang bahwa dia juga sibuk tapi masih peduli. Tulisan kamu ini yang seharusnya dia tulis waktu itu.
Happy Birthday, Alkean
Pikiran
Teman saya juga 15 tahun tapi gak pernah nulis kayak gini. Tiba-tiba dia ghosting 3 bulan, setelah lama akhirnya balik. Dia bilang gak tahu gimana cara bilang bahwa dia juga sibuk tapi masih peduli. Tulisan kamu ini yang seharusnya dia tulis waktu itu.
Konten postingan
Halo, Alkean. Semoga kamu tidak bosan membaca susunan kata panjang dariku.
Pertama, aku ingin mengucapkan, Selamat ulang tahun. Selamat mengulang hari kelahiranmu, 14 september person.
Lalu, aku bangga denganmu. Aku selalu bangga atas pencapaianmu. Salah satunya, bertahan hingga 15 tahun lama nya. Pencapaian besar ini seharusnya bisa dirayakan besar, namun maaf, aku hanya bisa merangkai huruf untukmu.
Semoga, di tahun ini hingga selanjutnya, kita diberi kesempatan tuhan untuk terus menjalin komunikasi. Semoga tuhan ikut berbahagia atas hari lahirmu ini. Dan semoga, suatu saat nanti kita bisa bertemu dan bermain sepuasnya bersama-sama.
Tolong, teruslah menjadi orang baik. Teruslah hidup untuk dirimu sendiri dan... mamamu. Aku yakin, kamu adalah orang yang penyayang. Jangan pernah menyerah ketika menempuh perjalanan hidup. Ingat, semua ada jalan penyelesaiannya.
Satu hal lagi, di semesta yang kamu pijak, percayalah bahwa orang akan selalu menyayangimu, termasuk Aku. Jangan pernah merasa sendiri. Kita bisa berbagi keluh kesah bersama, kita pasti bisa menemukan jalan antara sempitnya dunia.
Terima Kasih aku ucapkan pada mama mu dan tuhan, karena telah menurunkan dan melahirkan anak sebaik kamu. Terima kasih sudah menjadi temanku. Terima kasih sudah mendengar keluh resahku. Terima kasih sudah menjadi tempatku berteduh, beraduh, dan bersembunyi dari dunia. Terima Kasih, Alkean.
Maaf, maaf bila aku belum menjadi teman yang baik untukmu. Aku yakin, tanpa aku sadari, terkadang aku mengoyahkan ruang hatimu. Maaf bila aku belum bisa menjadi tempat berteduh yang aman. Maaf...
Doaku akan selalu menyertakan namamu, dan mengudara pada cakrawala biru. Semoga, Tuhan selalu mengiringi langkahmu.
selamat ulang tahun, Alkean.
Thoughts
-
PermalinkRasanya Alkean udah tahu tentang semua kata-kata ini sebelum dibaca. Kamu pernah cerita, pernah tunjukin, berulang kali. Tapi baca lagi dari tulisan berbeda rasa.
-
PermalinkTeman saya juga 15 tahun tapi gak pernah nulis kayak gini. Tiba-tiba dia ghosting 3 bulan, setelah lama akhirnya balik. Dia bilang gak tahu gimana cara bilang bahwa dia juga sibuk tapi masih peduli. Tulisan kamu ini yang seharusnya dia tulis waktu itu.
-
PermalinkYang paling berat tu minta maaf ke teman, apalagi pas kamu sendiri udah merasa bersalah. Tapi udah di sini, dan itu cukup.
-
PermalinkRasanya kayak udah lama kalian gak ketemu, tapi ini bukannya tanda dia udah lupa, ini buktiin dia selalu inget.
-
PermalinkJam berapa sih waktu terbaik buat nulis yang kayak gini? Kayaknya saya juga pernah jam 2 pagi cuma pengin cerita gimana caranya bilang terima kasih.
-
PermalinkMaaf-maafan terus-terusan malah bisa jadi beban sendiri. Alkean mungkin udah lama gak memikirkan yang kamu pikirin, cukup terima bahwa kamu masih ada aja.
-
PermalinkUuh.
-
PermalinkBilang bahwa kamu tempat di mana orang bisa berteduh, beraduh, dan bersembunyi dari dunia. Itu berat banget dan langka. Orang yang bisa kayak gitu buat orang lain, mereka tahu seberapa berat. Alkean beruntung sekali. Dia akan baca dan dia akan merasa. Itu lebih dari cukup.
-
Permalink"Jangan pernah merasa sendiri", kata yang perlu didengar. Tulisan ini terasa kayak suara teman yang tahu kamu melalui dan ngerti.
Halo, Alkean. Semoga kamu tidak bosan membaca susunan kata panjang dariku.