Bianglala di sini orang tertentu atau keadaan yang dipersonifikasiin? Aku penasaran soalnya konteksnya ambigunya indah.
Dia sungguh Nirmala. Makanya aku bisa jatuh cinta.
In groups
Pikiran
Bianglala di sini orang tertentu atau keadaan yang dipersonifikasiin? Aku penasaran soalnya konteksnya ambigunya indah.
Konten diskusi
Jatuh cinta pada bianglala.
Bagaimana aku tidak jatuh cinta
pada bianglala yang sangat mempengaruhi
Ia hadir membawa begitu rona
yang bisa membuat aku selalu bahagia
Jika aku tahu kehadiran bianglala
aku tak akan pernah menaruh rasa pada varsha ataupun senja
Sebab dengan bianglala aku merasakan sesuatu yang berbeda
aku selalu dipuja...
dimanja...
bahkan bisa merasakan ketulusan cinta
Sedangkan bersama mereka
aku hanya manusia biasa yang selalu di buat kecewa
dan di selimuti oleh duka lara
terima kasih bianglala telah hadir
untuk menemani hati yang sudah lama sirna.
Thoughts
-
PermalinkBianglala di sini orang tertentu atau keadaan yang dipersonifikasiin? Aku penasaran soalnya konteksnya ambigunya indah.
-
Permalink'terima kasih bianglala telah hadir untuk menemani hati yang sudah lama sirna' terlalu relatable. Gratitude dalam kesedihan, gitu.
-
PermalinkLirik 'bianglala yang sangat mempengaruhi aku selalu bahagia' sederhana tapi dalam banget. Pilihan katanya ngena di jantung.
Related discussions
- aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
-
Untuk seseorang yang namanya menggema di langit yang luas.
Untuk seseorang yang namanya
-
Pertemuan dua insan diwaktu yang salah .
Sejak awal tatap kita beradu, kita langsung bertukar cerita seolah dua jiwa yang telah lama saling menemukan. Setiap hari diisi dengan aksara, tawa, dan saling memeluk kabar. Namun, di antara riuhnya hal-hal indah yang kita tenun, tibalah kita pada titik di mana jemari harus saling melepaskan. Hari ini menjadi saksi pilu bahwasanya "seindah apa pun pelangi, jika ia hadir saat badai belum usai, ia akan tersapu angin." Sangat berat rasanya menghapus jejak yang telanjur dalam, tetapi takdir telah
-
Antologi Rasa yang Mengakar
Sejak awal netra ini menangkap bayangmu, kompas hatiku langsung terkunci pada satu arah: dirimu. Aku tak pernah tahu magnet apa yang kaubawa, namun di palung sukmaku, tumbuh sebentuk kagum yang teramat dalam. Lewat baris doa di sepertiga malam, aku terus mengetuk pintu langit, memohon pada Semesta agar jarak di antara kita dikikis. Sempat ada bisik ragu yang mampir, “Mampukah orang sepertiku memilikimu?” Namun, keajaiban sempat menyapa; takdir melingkar membawa
- "INGATLAH, TIDAK ADA TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN DI DUNIA INI SELAIN IKIRAN YANG JERNIH DAN KEDAMAIAN DALAM HATIMU SENDIRI."
- Kepercayaan di balas penghianat