aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
barangkali tidak sedikit orang yang lebih dulu terpikat oleh senyum atau sorot matamu. semesta memang menciptakanmu dengan segala rupa keindahan yang kasat mata.
anehnya, keindahan itu justru luput dari mataku pada pertemuan-pertemuan pertama kita. aku jatuh pada langkah-langkah kakimu.
seolah setiap langkahmu masih menyimpan gema doa yang baru saja kamu langit kan. kadang pelan, kadang sedikit tergesa, namun tak pernah kehilangan arah.
barangkali, sejak saat itulah aku mulai mengingat mu.