Juga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
In groups
Pikiran
Juga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
Konten diskusi
aaa.. rupanya kamu memang mempesona.
barangkali tidak sedikit orang yang lebih dulu terpikat oleh senyum atau sorot matamu. semesta memang menciptakanmu dengan segala rupa keindahan yang kasat mata.
anehnya, keindahan itu justru luput dari mataku pada pertemuan-pertemuan pertama kita. aku jatuh pada langkah-langkah kakimu.
seolah setiap langkahmu masih menyimpan gema doa yang baru saja kamu langit kan. kadang pelan, kadang sedikit tergesa, namun tak pernah kehilangan arah.
barangkali, sejak saat itulah aku mulai mengingat mu.
Thoughts
-
PermalinkJuga begini: pertama mata, tapi yang tertanam adalah hal kecil. Caranya berjalan, nada suara saat berbicara hal biasa. Itu yang sulit dilupakan.
-
PermalinkKeindahan aktif dalam perbuatan lebih menarik daripada yang pasif. Langkah tenang namun pasti, kadang lambat kadang cepat. Itu tanda orang yang tahu arah.
-
PermalinkKata "mempesona" dulu artinya sihir magis. Di sini keindahan sejati ada dalam langkah yang punya arah, bukan sorot mata. Senang banget membaca ini.
Related discussions
- Dia sungguh Nirmala. Makanya aku bisa jatuh cinta.
-
Untuk seseorang yang namanya menggema di langit yang luas.
Untuk seseorang yang namanya
-
Pertemuan dua insan diwaktu yang salah .
Sejak awal tatap kita beradu, kita langsung bertukar cerita seolah dua jiwa yang telah lama saling menemukan. Setiap hari diisi dengan aksara, tawa, dan saling memeluk kabar. Namun, di antara riuhnya hal-hal indah yang kita tenun, tibalah kita pada titik di mana jemari harus saling melepaskan. Hari ini menjadi saksi pilu bahwasanya "seindah apa pun pelangi, jika ia hadir saat badai belum usai, ia akan tersapu angin." Sangat berat rasanya menghapus jejak yang telanjur dalam, tetapi takdir telah
-
Antologi Rasa yang Mengakar
Sejak awal netra ini menangkap bayangmu, kompas hatiku langsung terkunci pada satu arah: dirimu. Aku tak pernah tahu magnet apa yang kaubawa, namun di palung sukmaku, tumbuh sebentuk kagum yang teramat dalam. Lewat baris doa di sepertiga malam, aku terus mengetuk pintu langit, memohon pada Semesta agar jarak di antara kita dikikis. Sempat ada bisik ragu yang mampir, “Mampukah orang sepertiku memilikimu?” Namun, keajaiban sempat menyapa; takdir melingkar membawa
- "INGATLAH, TIDAK ADA TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN DI DUNIA INI SELAIN IKIRAN YANG JERNIH DAN KEDAMAIAN DALAM HATIMU SENDIRI."
- Kepercayaan di balas penghianat