hai itu dia nulis tentang aku ya
Hari Kelima Mencintaimu.
Hari ini hari kelima.
In groups
Pikiran
hai itu dia nulis tentang aku ya
Konten postingan
Hari ini hari kelima.
Lima hari yang lalu, kita memutuskan untuk berjalan berdampingan. Sejak itu, aku jadi percaya kalau beberapa orang memang hadir seperti laut di musim panas—tenang, luas, dan diam-diam membuat siapa pun ingin tinggal lebih lama.
Khail, rasanya lucu. Baru lima hari, tapi aku sudah hafal bagaimana namamu bisa membuat sudut bibirku naik tanpa diminta. Bahkan ketika hariku berantakan, selalu ada rasa ingin bercerita kepadamu. Seolah-olah setiap kejadian kecil selalu menemukan rumahnya di obrolan kita.
Katanya laut tidak pernah mengirim ombak yang sama dua kali. Mungkin itu juga alasan kenapa setiap hari bersamamu terasa berbeda. Hari pertama dipenuhi deg-degan, hari kedua mulai terbiasa, hari ketiga dipenuhi tawa receh, hari keempat terasa semakin nyaman... lalu hari kelima membuatku sadar kalau aku benar-benar menikmati semua proses kecil ini.
Aku suka cara kita tumbuh tanpa terburu-buru. Tidak memaksa hari esok datang lebih cepat, tidak sibuk mengejar cerita yang belum waktunya. Kita hanya menikmati hari ini—tertawa, saling mengabari, saling mendengarkan, lalu diam-diam menyimpan satu harapan yang sama: semoga besok kita masih menjadi "kita."
Kalau suatu saat nanti kita lupa sudah sampai hari ke berapa, semoga itu bukan karena rasa kita memudar. Semoga justru karena kita terlalu sibuk menciptakan kenangan baru, sampai angka-angka tidak lagi penting. Yang penting hanya satu: setiap pagi masih ada alasan untuk memilihmu lagi.
Selamat hari kelima, Khail.
Terima kasih sudah menjadi seseorang yang membuat langitku terasa lebih luas, lautku terasa lebih biru, dan hari-hariku selalu punya cerita untuk dikenang. Kalau nanti ombak terus datang membawa musim yang berganti, semoga hatiku tetap tahu satu arah pulang—arah yang selalu membawaku kepadamu.