Khail tahu ndak kalau dia udah jadi pertama yang kepikiran saat matahari terbit?
Hari Kedua Mencintaimu.
Hari ini hari kedua.
In groups
Pikiran
Khail tahu ndak kalau dia udah jadi pertama yang kepikiran saat matahari terbit?
Konten postingan
Hari ini hari kedua.
Lucu ya, baru dua hari, tapi namamu sudah terbiasa mampir ke kepalaku bahkan sebelum matahari selesai naik. Rasanya seperti laut yang diam-diam meminjamkan warna birunya ke langit, lalu membuat semuanya terlihat lebih indah dari biasanya.
Khail, ternyata mencintaimu tidak datang dengan suara yang keras. Ia datang seperti ombak kecil yang mencium pasir, pelan, berulang, lalu membuatku sadar kalau beberapa hal memang diciptakan untuk tinggal lebih lama. Mungkin karena itu aku selalu ingin bercerita padamu, bahkan tentang hal-hal receh seperti awan yang bentuknya mirip paus atau es krim yang meleleh terlalu cepat.
Kalau dipikir-pikir, kita ini lucu. Baru dua hari menjadi "kita", tapi rasanya aku sudah hafal caraku tersenyum setiap kali melihat namamu muncul di layar. Masih suka malu sendiri, masih pura-pura biasa, padahal jantung sudah berisik duluan. Benar-benar cinta anak remaja yang sederhana, tapi cukup untuk membuat dunia terasa sedikit lebih cerah.
Semoga nanti, saat hari kedua berubah menjadi hari kesepuluh, keseratus, atau bahkan hari-hari yang sudah terlalu banyak untuk dihitung, kita tetap jadi dua orang yang bisa tertawa karena hal receh. Tetap saling menggenggam tanpa perlu takut ombak menjadi besar, karena selama ada kita, laut akan selalu menemukan caranya untuk kembali tenang.
Dan kalau suatu hari nanti ada yang bertanya apa warna favoritku, aku akan selalu menjawab, "biru." Sebab sejak ada kamu, biru bukan lagi sekadar warna laut. Biru adalah semua perasaan yang diam-diam tumbuh setiap kali aku memanggilmu, Khail.
Selamat hari kedua, sayang. Semoga besok, lusa, dan hari-hari setelahnya, kita masih memilih satu sama lain—dengan tawa yang sama, hati yang sama, dan rasa yang terus pulang ke tempat yang sama.
Thoughts
-
PermalinkDua hari dan udah terasa kayak banyak. Ibaratnya cinta ada bobot sendirinya sih.
-
PermalinkKhail tahu ndak kalau dia udah jadi pertama yang kepikiran saat matahari terbit?
-
PermalinkMudah-mudahan kalian memang jodoh. Semoga terus pilih satu sama lain begini.
-
PermalinkJantung berisik duluan padahal pura-pura biasa, ini betul-betul cinta sih. Aku tau rasanya.
-
PermalinkKhail sama kamu gimana deh? Emang dari hari pertama udah terasa kayak 'kita'?
-
PermalinkCinta anak remaja yang sederhana tapi berisi, aku suka cara kamu lihat ini, Swaru.
-
PermalinkDari hari kedua langsung kepikiran selamanya? Apa yang membuat beda kali ini?
-
PermalinkDua hari tapi dah hafal senyuman setiap kali nama dia keluar di layar, haha relatable banget