Ombak yang pulang ke pantai - aku baca ini jam 3 pagi dan terasa banget. Sama sih kayak aku.
Happy August.
Konon, laut tidak pernah benar-benar mengulang ombak yang sama. Ia selalu datang dengan bentuk baru, suara baru, kilau baru. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah bosan mencintaimu. Setiap hari…
In groups
Pikiran
Ombak yang pulang ke pantai - aku baca ini jam 3 pagi dan terasa banget. Sama sih kayak aku.
Konten postingan
Konon, laut tidak pernah benar-benar mengulang ombak yang sama. Ia selalu datang dengan bentuk baru, suara baru, kilau baru. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah bosan mencintaimu. Setiap hari rasanya seperti ombak pertama yang berani menyentuh pasir—malu-malu, tapi yakin akan pulang ke tempat yang sama.
Hari ini, laut sedang sangat biru. Biru yang seperti sengaja menyimpan namamu di antara riak-riaknya. Aku membayangkan jika seluruh samudra bisa berbicara, mungkin ia akan mengejekku pelan karena terlalu sering menyebutmu dalam doa-doa kecil. Angin laut ikut tertawa, camar-camar berputar di langit, sementara aku sibuk mengumpulkan kerang yang bentuknya lucu hanya karena ingin berkata, "Yang ini mirip senyummu."
Aku suka membayangkan kita seperti dua orang yang tidak sedang mengejar matahari terbenam, melainkan membiarkannya mengejar kita. Duduk di tepi pantai, kaki tenggelam di pasir yang hangat, saling bercerita tentang hal-hal yang bahkan ombak pun tidak perlu tahu. Lalu ketika malam datang, laut berubah menjadi langit yang terbalik—penuh bintang yang jatuh ke permukaan air. Di sana, aku diam-diam menitipkan harapan agar semesta selalu mengembalikanmu kepadaku, sejauh apa pun arus mencoba membawamu.
Selamat datang di 1 Agustus, Khail.
Jika cinta punya warna, aku yakin warnanya adalah laut setelah hujan—jernih, tenang, dan memantulkan langit tanpa pernah meminta imbalan. Dan kalau suatu hari nanti aku lupa cara mengatakan "aku sayang kamu", cukup ajak aku ke pantai. Lihat bagaimana ombak berlari tanpa lelah menuju bibir pantai. Begitulah aku kepadamu. Selalu datang. Selalu pulang. Selalu memilihmu.
Sebab pada akhirnya, laut mengajariku satu hal yang sederhana: rumah bukanlah tempat yang diam, melainkan seseorang yang selalu ingin kita datangi. Dan sejak aku menemukanmu, seluruh samudra terasa lebih kecil daripada rasa ingin pulang ke pelukanmu.
Selamat 1 Agustus, sayangku. Semoga hari-hari setelah ini tetap berisik oleh tawa kita, tetap asin oleh angin laut, tetap dipenuhi langit biru yang terlalu indah untuk dilewati sendirian. Selama ombak masih tahu cara kembali ke pantai, selama itu pula hatiku akan selalu tahu jalan pulang kepadamu.
Thoughts
-
PermalinkOmbak yang pulang ke pantai - aku baca ini jam 3 pagi dan terasa banget. Sama sih kayak aku.
-
PermalinkIni cinta yang sehat dan tulus, nak. Semoga selamanya gini sama Khail ya. Doain.
-
PermalinkSeberapa lama ini kamu pikirkan? Soalnya setiap kata terasa udah dipertimbangkan banget.
-
PermalinkLaut setelah hujan jernih dan tenang - cara halus buat bilang 'aku sayang kamu' hehe
-
PermalinkRumah yang bukan tempat tapi orang yang kamu pilih - ini cinta banget sih. Bagus.
-
PermalinkSeashells yang mirip senyumnya itu moment favorit aku waktu baca. Kecil tapi jadi besar.
-
PermalinkGimana rasanya pas dia baca ini? Dia sampai lemes ya waktu baca tentang ombak yang pulang ke pantai?
-
PermalinkKhail siapa? Aku jadi penasaran, udah berapa lama kalian kayak gini?