aku suka banget gimana dari deg-degan jadi ketawa bareng hal gila-gilaan, tuh natural banget. gak ada yang dipaksa. tapi penasaran, ada satu hari paling berkesan di antara dua puluh ini nggak?
Dua Puluh Hari Menjadi Kita.
Dua puluh hari.
In groups
Pikiran
aku suka banget gimana dari deg-degan jadi ketawa bareng hal gila-gilaan, tuh natural banget. gak ada yang dipaksa. tapi penasaran, ada satu hari paling berkesan di antara dua puluh ini nggak?
Konten postingan
Dua puluh hari.
Aku bahkan tidak tahu harus tertawa atau tersenyum ketika melihat angka itu. Karena rasanya baru kemarin kita memulai semuanya, masih dengan perasaan yang campur aduk—senang, malu, deg-degan, dan mungkin sedikit tidak percaya kalau akhirnya kita benar-benar menjadi kita.
Sekarang sudah dua puluh hari.
Dua puluh kali matahari terbit. Dua puluh kali langit berganti warna. Dua puluh hari yang di dalamnya selalu ada sedikit bagian tentang kamu.
Khail, ternyata dua puluh hari cukup untuk membuat seseorang menjadi begitu familiar.
Namamu tidak lagi terasa seperti sesuatu yang hanya membuatku gugup. Sekarang, namamu terasa seperti sesuatu yang kucari ketika ingin bercerita. Seperti seseorang yang ingin kutemui setelah hari yang panjang. Seperti rumah kecil yang tidak pernah kuminta, tapi ternyata begitu nyaman ketika kutemukan.
Aku suka bagaimana kita tumbuh tanpa terburu-buru.
Dari dua orang yang mungkin awalnya hanya saling memandang dengan rasa penasaran, menjadi dua orang yang sekarang bisa tertawa karena hal paling tidak masuk akal.
Dari deg-degan ketika melihat nama satu sama lain, menjadi senyum kecil yang datang begitu saja.
Dari "aku dan kamu", perlahan berubah menjadi "kita".
Dan mungkin, bagian itu adalah favoritku.
Kalau dua puluh hari ini adalah laut, maka setiap hari adalah satu ombak yang membawa kita sedikit lebih jauh. Tidak selalu tenang, tidak selalu sempurna, tapi selalu punya sesuatu untuk dikenang.
Ada ombak yang membawa tawa. Ada yang membawa rindu. Ada yang membawa cerita. Ada juga yang mungkin hanya membawa satu pesan sederhana.
Tapi semuanya tetap sampai di pantai yang sama.
Kita.
Hari ini aku tidak ingin membuat janji yang terlalu besar.
Aku hanya ingin bilang terima kasih.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari dua puluh hari ini.
Terima kasih untuk semua tawa yang mungkin tidak kamu sadari sudah kamu berikan. Untuk semua cerita kecil yang mungkin menurutmu biasa saja, tapi ternyata kusimpan diam-diam. Untuk semua momen ketika kehadiranmu membuat hari terasa sedikit lebih ringan.
Dan terima kasih karena sampai hari ini, kita masih di sini.
Masih menjadi kita.
Selamat hari kedua puluh, Khail.
Dua puluh hari bukan akhir dari apa pun.
Justru mungkin ini baru halaman pertama dari buku yang masih panjang.
Masih ada hari ke-21. Ke-30. Ke-50. Ke-100.
Dan entah berapa banyak lagi setelahnya.
Aku tidak tahu seperti apa semuanya nanti.
Tapi kalau boleh memilih satu hal untuk kubawa dari dua puluh hari pertama ini ke hari-hari berikutnya, aku ingin membawa perasaan yang sama:
perasaan ketika aku sadar bahwa dari begitu banyak manusia di dunia, aku menemukan seseorang yang membuatku ingin tinggal sedikit lebih lama.
Seseorang bernama Khail.
Seseorang yang membuat dua puluh hari terasa terlalu singkat.
Seseorang yang sampai hari ini—
masih ingin kucintai.
Selamat dua puluh hari, kita.
Thoughts
-
Permalinkjadi penasaran, ada momen yang lo ulang terus kayak ritual, atau setiap hari benar-benar beda? yang bikin fresh gimana sih?
-
Permalinkdua puluh hari baru awal sih. penasaran gimana kalian pertama kali kenal, cerita apa yang bikin saling tertarik?
-
Permalinkterlalu manis 🥺 dua puluh hari aja udah sedalam ini... aku ngerti.
-
Permalinkkalau boleh tanya, dari mana kamu tahu ini beneran? dari awal udah terasa pasti, atau ada satu momen yang bikin kamu yakin?
-
Permalinkaku suka banget gimana dari deg-degan jadi ketawa bareng hal gila-gilaan, tuh natural banget. gak ada yang dipaksa. tapi penasaran, ada satu hari paling berkesan di antara dua puluh ini nggak?
-
PermalinkBagian soal nama jadi kayak rumah yang enggak pernah diminta tapi begitu nyaman ketemu? Aku ngerti rasa itu banget. Khail dapat harta karun sih.