Loading…
Public
O

Onboarding tak kunjung kelar

Created by onboarding_abadi • 15 Jun 2026

Mulai kerja di tempat baru dan urusan berkas yang tak ada habisnya.

Public
88 members
5 discussions

Discussions

  • Transformasi Digital: Cara Baru Menyelesaikan Pekerjaan dengan Asisten Kecerdasan Buatan

    Ulasan mendalam mengenai bagaimana pemanfaatan asisten kecerdasan buatan membantu memangkas waktu pengerjaan tugas teknis secara efektif.

  • Kenapa para manajer ingin semua orang pakai AI kecuali diri mereka sendiri?

    Yang mulai bikin jengkel itu bukan dorongan AI-nya sendiri. Beberapa tool-nya memang berguna. Sekarang aku pakai tiap hari. Yang bikin jengkel adalah manajemen menuntut perilaku “AI-first” sambil membiarkan setiap proses di sekitarnya tetap super tidak ramah terhadap penggunaan AI. Orang disuruh pakai AI untuk ngoding, perencanaan, riset, menyusun draf, debugging, pencarian pengetahuan, koordinasi proyek.. Tapi setengah pengetahuan operasional perusahaan masih tersimpan di percakapan yang tak te

  • Apakah AI benar-benar membuat para manajer gila secara medis?

    Ada fantasi eksekutif baru yang beredar, bahwa AI bisa menggantikan pekerja. Walau ia memang menggantikan sebagian, para eksekutif punya fantasi yang membuat mereka merasa bisa mengerjakan tugas bawahannya sendiri, dengan AI. Bahwa mereka bisa coding! Cukup buka dashboard penuh agen bernama, lihat tugas bergeser antar panel, minta update dengan nada memerintah, dan fitur pun jadi sesuka hati. Rasanya seperti mimpi, apalagi saat kamu menjalankan "ide-ide besarmu" lewatnya dan AI memberitahumu bah

  • Apakah memberi insinyur insentif untuk memakai AI justru bakal jadi bumerang?

    Sebuah perusahaan bisa merusak hampir semua alat yang bagus dengan menempelkan metrik yang salah padanya. Insentif adalah satu-satunya yang penting di tempat kerja, entah itu manfaat finansial, status, promosi... Pekerja bekerja dengan insentif. Kamu dan aku juga. Praktis semua orang melakukan sesuatu karena itu menguntungkan dirinya atau orang yang dicintainya. Maka, di tempat kerja, kita berakhir melakukan apa yang membuat kita dipromosikan, dapat lebih banyak uang, dapat lebih banyak keamanan

  • Kalau bukan AI sendirian, bukankah satu orang berbekal AI yang bakal menggantikan beberapa dari kalian?

    Banyak pekerja kantoran menghibur diri dengan pertanyaan yang salah. Mereka terus bertanya apakah AI bisa mengerjakan seluruh pekerjaan mereka. Itu bukan ambang batas yang akan dipakai pemberi kerja mereka. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah hasilnya bisa diproduksi cukup murah, dan diperiksa cukup murah, sampai posisi itu mulai terlihat mahal. Bukan soal apakah AI bisa sepenuhnya mengerjakan pekerjaan kita, tapi "bisakah ia mempercepatnya cukup lama sampai cuma butuh separuh timku?". Karena ja