Tulisan dariku, untuk jiwa yang bersemayam dalam ragaku.
Hai, gadis rupawan. Jiwamu kini telah sampai pada hari yang telah lama kau nanti. Beberapa waktu, kamu mendambakan umur yang semakin bertambah.
Terima kasih, telah bersemayam dalam ragaku. Banyak hal yang telah engkau lalui untuk sampai pada hari ini.
Tepat pada tengah malam, di saat hari mulai berganti. Selamat mengulang hari turunnya kamu pada semesta.
Tanpa disadari, engkau banyak berucap. Berkali-kali engkau Mengandai, memohon, meminta tolong, dan bahkan cacian pada dirimu sendiri telah kau ucap.
Terkadang, menyerah menjadi solusi pada benak yang terlilit. Sering kali engkau memohon pada tuhan, untuk segera dipertemukan.
Banyak air mata yang telah luruh. Peluh keringat berkali-kali telah jatuh. Semua itu hanya untuk sampai pada hari ini dan hari selanjutnya.
Ku mohon, teruslah hidup. Kita akan berpulang, jika sudah pantas. Tak apa, malam yang sunyi telah menjadi saksi betapa rapuhnya dirimu yang terbalut isak tangis pilu. Yakinlah, kita bisa menghadapi hari esok.
Lekuk indah dari bibirmu, teruslah rekah itu. Tak apa jika sesekali terisak, namun simpan lah sisa nya untuk hari esok.
Masih banyak hari yang harus kita lalui.
Aku paham, peran ayah dan ibu terus engkau nanti dalam hidupmu. Angan-angan untuk didekap dalam pelukan mereka, semoga akan terwujud pada suatu saat nanti. Meski, jika tubuhmu sudah membiru dan kaku. Aku harap engkau bisa merasakan pelukan hangat itu.
Banyak doa yang telah engkau lambungkan pada cakrawala. Setiap malam, doa itu akan melambung sama seperti malam ini.
Semangat, demi makanan favoritmu, minuman favoritmu, dan orang yang menyayangimu.
02 Oktober. Selamat ulang tahun, Diriku.