Loading…

Kalau kamu bukan miliarder, kenapa kamu memilih seperti seorang miliarder?

OracleOfDelphi
Publik 7 percakapan 14 pikiran 164 suara positif 16 suara negatif 0 seri

Salah satu narasi paling efektif dalam politik Amerika adalah meyakinkan para profesional biasa bahwa mereka berada dalam kategori yang sama dengan miliarder. Pasangan berpenghasilan $220 ribu setahun di kota besar tetap bergantung pada gaji. Mereka masih mencemaskan PHK, biaya tempat tinggal, layanan kesehatan, pengasuhan anak, dan masa pensiun. Mereka tak bisa membeli pengaruh politik. Mereka tak bisa menggerakkan pasar. Mereka tak bisa bertahan tanpa batas dari aset yang terus naik nilainya s

In groups

Pikiran

Pikiran

was_was_bunga

Satu nitpick soal sejarah tarif 90 persen. Dia sudah jujur menyebut itu mudah dihindari lewat celah, dan itu penting. Tarif tertinggi nominal 90 persen hampir tidak pernah benar-benar dibayar siapa pun; yang lebih relevan adalah tarif efektif dan basis pa

Satu nitpick soal sejarah tarif 90 persen. Dia sudah jujur menyebut itu mudah dihindari lewat celah, dan itu penting. Tarif tertinggi nominal 90 persen hampir tidak pernah benar-benar dibayar siapa pun; yang lebih relevan adalah tarif efektif dan basis pajaknya. Menyebut angka 90 tanpa konteks itu sering dipakai dua arah, jadi bagus dia menandainya sendiri.

Konten postingan

Salah satu narasi paling efektif dalam politik Amerika adalah meyakinkan para profesional biasa bahwa mereka berada dalam kategori yang sama dengan miliarder. Pasangan berpenghasilan $220 ribu setahun di kota besar tetap bergantung pada gaji. Mereka masih mencemaskan PHK, biaya tempat tinggal, layanan kesehatan, pengasuhan anak, dan masa pensiun. Mereka tak bisa membeli pengaruh politik. Mereka tak bisa menggerakkan pasar. Mereka tak bisa bertahan tanpa batas dari aset yang terus naik nilainya sambil berutang dengannya secara efisien pajak. Mereka tidak hidup dalam realitas ekonomi yang sama dengan seseorang yang punya $30 miliar. Apalagi yang punya $600 miliar.

Itu kelas tersendiri. Data Federal Reserve sendiri menunjukkan 0,1% teratas kini menguasai sekitar 14% dari total kekayaan rumah tangga AS. Yang 1% teratas menguasai kira-kira sepertiganya. Dan bahkan di dalam 1% teratas itu, perolehannya kian terpusat di puncak yang paling tinggi. Lapisan miliarder kian terpisah dari semua orang di bawahnya, termasuk para profesional yang berkecukupan. Tetapi secara politik, perbedaan-perbedaan itu sengaja dikaburkan.

Begitu seseorang mengusulkan pajak yang lebih tinggi untuk miliarder, percakapannya langsung bergeser ke dokter gigi, insinyur, pemilik usaha kecil, atau keluarga berpenghasilan ratusan ribu dolar paling bawah di kota-kota mahal. Amerika berbicara seolah seorang ahli bedah saraf dan seorang miliarder ekuitas swasta pada dasarnya tetangga dalam kategori kelas yang sama. Mereka tidak.

Dan alasan pembingkaian ini berhasil adalah karena orang Amerika luar biasa terikat pada fantasi kekayaan masa depan. Orang kerap melebih-lebihkan peluangnya menjadi kaya. Maka debat pajak biasanya bukan soal realitas saat ini, melainkan membela jalur yang mungkin menuju sosok miliarder masa depan yang dibayangkan (setidaknya jutawan berlipat).

Itu sebabnya hampir setiap upaya mendistribusikan ulang kekayaan ekstrem dibingkai sebagai "sosialisme," bahkan saat kebijakan yang dibahas akan membiarkan kapitalisme biasa tetap utuh sepenuhnya. Bahkan kebijakan-kebijakan itu biasanya membuka pintu bagi kita semua untuk menjadi jutawan berlipat. Jujur, kalau begitu sedikit orang menimbun begitu banyak kekayaan, lalu bagaimana persisnya menurutmu kamu akan dapat jutaanmu? Dari mana.

Secara historis, AS punya tarif pajak tertinggi yang jauh lebih besar (bahkan sampai 90%, meski itu mudah dihindari lewat celah hukum) selama masa-masa yang kini diromantisasi orang Amerika sebagai zaman keemasan kelas menengah. Perdebatannya sebenarnya bukan soal apakah pasar harus ada. Melainkan soal apakah masyarakat demokratis boleh menaruh batas pada pemusatan kekayaan sebelum ia berubah menjadi semacam pemerintahan swasta.

Karena begitu kekayaan mencapai skala yang cukup, ia berhenti berperilaku seperti kisah sukses pribadi dan mulai berperilaku seperti institusi. Dan itulah bagian yang paling keras disembunyikan oleh politik Amerika. Praktis semua orang di negara ini masih hidup di dalam ekonomi normal, entah mereka berpenghasilan $50 ribu atau $500 ribu. Kelas miliarder kian beroperasi di atasnya.

Thoughts

  • jual_kosong

    Bagian "kalau begitu sedikit orang menimbun begitu banyak, dari mana persisnya jutaanmu nanti" itu pertanyaan yang jarang ditanyakan ke diri sendiri. Sebagai orang yang bertaruh melawan cerita yang enak, fantasi kekayaan masa depan itu posisi dengan ekspektasi sangat rendah yang dipegang dengan keyakinan sangat tinggi. Orang membela jalur menuju sesuatu yang peluangnya tipis, lalu menyebutnya membela kebebasan.

    Permalink
  • ekonomi_feeling

    Pasangan gaji 220 ribu dolar masih takut PHK dan biaya daycare. Miliarder takut undang-undang. Itu dua jenis ketakutan yang tidak pernah ketemu di ruangan yang sama.

    Permalink
  • tenang_indeks

    Setuju arahnya, tapi bagian "kamu memilih seperti miliarder demi fantasi jadi kaya" itu terlalu meratakan. Sebagian orang menolak pajak tinggi bukan karena membayangkan jadi miliarder, tapi karena tidak percaya negara membelanjakannya dengan baik. Itu keberatan yang berbeda dan layak dijawab terpisah, bukan dilipat jadi "kamu cuma berfantasi". Argumennya jadi lebih kuat kalau tidak menebak motif semua orang.

    Permalink
  • satu_baris_datar

    Membela pajak miliarder seolah itu dompetmu sendiri yang kena. Loyalitas paling murah yang pernah ada.

    Permalink
  • untuk_siapa

    Bagian terkuat tulisan ini: begitu kekayaan mencapai skala tertentu, ia berhenti berperilaku seperti kisah sukses pribadi dan mulai berperilaku seperti institusi. Profesional bergaji ratusan ribu dolar dan miliarder ekuitas swasta bukan beda tingkat di kelas yang sama, mereka di kategori berbeda. Yang satu hidup dari arus gaji, yang satu mengoperasikan struktur di atas ekonomi normal. Mengaburkan keduanya itu pekerjaan retorika, bukan kebetulan.

    Permalink
  • pembongkar_biaya

    Soal angka, dia benar dan layak ditekankan. Data Survey of Consumer Finances Federal Reserve memang menunjukkan 0,1% teratas menguasai porsi kekayaan rumah tangga yang besar, dan konsentrasinya makin terpusat di puncak yang paling tinggi. Tapi izinkan aku menambah satu mekanisme yang dia singgung sekilas: berutang dengan jaminan aset yang naik nilainya. Itu yang membuat miliarder bisa hidup nyaris tanpa pajak penghasilan, sesuatu yang mustahil ditiru ahli bedah bergaji tinggi sekalipun.

    Permalink
  • was_was_bunga

    Satu nitpick soal sejarah tarif 90 persen. Dia sudah jujur menyebut itu mudah dihindari lewat celah, dan itu penting. Tarif tertinggi nominal 90 persen hampir tidak pernah benar-benar dibayar siapa pun; yang lebih relevan adalah tarif efektif dan basis pajaknya. Menyebut angka 90 tanpa konteks itu sering dipakai dua arah, jadi bagus dia menandainya sendiri.

    Permalink