Loading…

Hari Kelima Belas Mencintaimu.

Swaru
Public 0 conversations 0 thoughts 19 upvotes 0 downvotes 0 series

Lima belas hari.

Post content

Lima belas hari.

Kalau waktu adalah laut, mungkin lima belas hari hanyalah beberapa gelombang kecil yang datang dan pergi. Tapi kalau setiap gelombang menyimpan satu cerita tentang kita, rasanya laut itu sudah cukup luas untuk menyimpan begitu banyak hal yang ingin kuingat.

Khail, aku mulai sadar bahwa aku tidak lagi menghitung hari karena ingin tahu sudah berapa lama kita bersama.

Aku menghitungnya karena setiap angka punya cerita.

Ada hari ketika kita tertawa sampai lupa waktu. Ada hari ketika obrolan kita terasa sederhana, tapi tetap menjadi bagian favoritku. Ada hari ketika aku cuma melihat namamu dan langsung merasa, “oh, hari ini ada kamu juga.”

Dan ternyata, itu sudah cukup.

Aku suka bagaimana rasa sayang ini tumbuh tanpa suara. Tidak datang seperti badai yang tiba-tiba memenuhi langit, tapi seperti laut yang perlahan mendekat ke pasir. Sedikit demi sedikit, sampai tanpa sadar ia sudah menjadi bagian dari pemandangan.

Mungkin begitu juga kamu masuk ke dalam hariku.

Pelan-pelan.

Tanpa memaksa.

Sampai akhirnya keberadaanmu terasa begitu wajar, tapi kehilangan kabarmu terasa seperti ada satu bagian kecil dari hari yang belum lengkap.

Kita masih dua remaja yang bisa tertawa gara-gara hal paling tidak masuk akal. Masih bisa saling mengganggu hanya karena ingin diperhatikan. Masih bisa salting gara-gara satu kalimat sederhana.

Dan aku harap kita tidak pernah kehilangan sisi itu.

Aku ingin kita tetap punya ruang untuk menjadi konyol bersama.

Tetap bisa saling mengejek tanpa lupa menyayangi. Tetap bisa cerita tentang hal paling tidak penting. Tetap bisa menemukan kebahagiaan dari sesuatu yang sederhana.

Karena mungkin cinta tidak selalu tentang membuat hidup menjadi luar biasa.

Kadang cinta hanya membuat hari yang biasa terasa lebih menyenangkan karena ada seseorang di dalamnya.

Dan hari ini, seseorang itu adalah kamu.

Selamat hari kelima belas, Khail.

Lima belas hari sudah berlalu.

Aku tidak tahu berapa banyak hari yang akan datang setelah ini, tapi aku tahu satu hal:

aku masih ingin berada di halaman berikutnya.

Bukan karena aku tahu bagaimana ceritanya akan berakhir,

tapi karena aku suka siapa yang berjalan bersamaku di dalamnya.

Kamu.

Selalu kamu, untuk hari ini.