Loading…

Hari Keenam Mencintaimu.

Swaru
Publik 0 percakapan 0 pikiran 22 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari keenam.

In groups

Konten postingan

null

Hari ini hari keenam.

Aneh ya, baru enam hari, tapi namamu sudah seperti bagian dari rutinitasku. Seperti laut yang selalu menyapa pantai setiap pagi, atau angin yang tidak pernah lupa membawa aroma asin ke tepiannya. Sederhana, tapi selalu kurindukan.

Khail, kalau ada yang bertanya bagaimana rasanya cinta di usia remaja, mungkin aku akan mengajak mereka duduk di pinggir pantai saat matahari mulai tenggelam. Karena di sana semuanya terasa pelan. Ombak datang tanpa tergesa, langit berubah warna sedikit demi sedikit, dan hati diam-diam belajar bahwa kebahagiaan sering kali bersembunyi di hal-hal yang paling sederhana.

Enam hari ini mengajariku bahwa kita tidak harus punya cerita yang luar biasa setiap saat. Kadang, obrolan receh, saling mengirim kabar, atau tertawa karena hal yang bahkan cuma kita berdua yang paham, sudah cukup membuat satu hari terasa utuh.

Aku suka bagaimana kita masih saling belajar. Belajar memahami diam, belajar mengerti candaan, belajar saling menjaga, dan belajar bahwa menjadi "kita" bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang siapa yang tetap memilih tinggal ketika hari-harinya biasa saja.

Kalau laut bisa menyimpan jutaan ombak tanpa pernah kehilangan birunya, semoga hatiku juga begitu. Semoga setiap hari yang kita lewati menambah rasa, bukan menguranginya. Semoga angka enam hanyalah satu langkah kecil menuju begitu banyak hari lain yang akan kita rayakan bersama.

Selamat hari keenam, Khail.

Terima kasih sudah hadir dengan cara yang begitu sederhana, tapi berhasil membuat hari-hariku terasa jauh lebih hangat. Semoga besok, saat matahari kembali terbit dan laut kembali memantulkan langit yang biru, kita masih menjadi dua orang yang saling mencari, saling memilih, dan saling pulang.

Karena sejauh apa pun ombak pergi, pada akhirnya ia selalu tahu ke mana harus kembali. Dan untukku, arah itu selalu menuju kamu.