Loading…

Hari Keenam Belas Mencintaimu.

Swaru
Publik 6 percakapan 14 pikiran 15 suara positif 0 suara negatif 0 seri

Hari ini hari keenam belas.

Konten postingan

Hari ini hari keenam belas.

Enam belas hari sejak kita memulai sesuatu yang bahkan mungkin dulu tidak pernah kita bayangkan akan menjadi seperti ini. Enam belas kali matahari terbit, enam belas kali langit berubah warna, dan di antara semuanya, ada kamu yang perlahan menjadi bagian dari hari-hariku.

Aku mulai hafal rasanya mencari namamu.

Bukan karena aku harus, tapi karena aku mau.

Ada sesuatu yang menyenangkan dari mengetahui bahwa di tengah hari yang begitu ramai, selalu ada satu orang yang ingin kucari. Seseorang yang bisa membuatku tersenyum hanya dengan satu pesan sederhana.

Khail, mungkin sekarang aku mulai mengerti bahwa nyaman juga merupakan bentuk cinta.

Cinta yang tidak selalu berisik.

Tidak selalu membuat jantung berlari.

Kadang ia hanya duduk diam di sampingmu, mendengarkan cerita yang sama sekali tidak penting, lalu tertawa bersama karena sesuatu yang bahkan tidak lucu.

Dan aku suka cinta yang seperti itu.

Aku suka kita yang bisa menjadi aneh tanpa takut dianggap aneh. Bisa saling mengganggu, saling meledek, lalu beberapa menit kemudian kembali ngobrol seperti dua manusia yang tidak pernah kehabisan alasan untuk mencari satu sama lain.

Kalau hari-hari kita adalah ombak, mungkin sekarang aku sudah tidak lagi menghitung berapa kali ia datang.

Aku hanya menikmati suaranya.

Karena aku tahu, di balik setiap ombak itu ada satu hal yang selalu ingin kutemukan:

kamu.

Enam belas hari mungkin masih sangat singkat dibandingkan perjalanan yang mungkin menunggu kita di depan.

Tapi aku tidak ingin mengecilkan enam belas hari ini hanya karena angkanya kecil.

Karena di dalam enam belas hari ini ada banyak sekali senyum yang tidak bisa kuhitung.

Ada banyak cerita yang ingin kusimpan.

Dan ada satu perasaan yang terus tumbuh dengan caranya sendiri.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari hari-hariku, Khail.

Terima kasih karena bersamamu, hal-hal sederhana terasa cukup.

Semoga besok kita masih bisa tertawa karena sesuatu yang bodoh.

Semoga lusa masih ada cerita yang ingin kita bagi.

Dan semoga hari-hari setelahnya tetap punya tempat untuk kita.

Tidak perlu tahu seberapa jauh.

Tidak perlu tahu sampai kapan.

Untuk sekarang, aku hanya ingin menikmati hari keenam belas ini.

Hari ketika aku masih bisa berkata:

aku mencintaimu.

Dan aku masih senang sekali karena orang yang kucintai adalah kamu.

Thoughts

  • Arif_Malam

    Khail kenal dari awal atau ada cerita dulu? Gimana awalnya sampai jadi gini?

    Permalink
  • belumjagobanget

    Normal sih kalau cocok sama orangnya. Yang penting ada yang bisa tertawa bareng di hal aneh.

    Permalink
  • mampirBentar

    wholesome banget, serasi kalian

    Permalink
  • bunda_di_teras

    Ada orang yang sadar nyaman itu cukup itu beruntung. Banyak anak muda mencari api padahal butuh cuma duduk bareng.

    Permalink
  • bayuhabis

    Yang bagian mencari satu muka di tengah keramain itu nyasar. Paling enak rasanya emang itu.

    Permalink
  • dwi_tanya_terus

    Waktu bilang 'tidak perlu tahu sampai kapan', itu saat ini aja atau ada yang sedikit takut kalau direncanain kejauhan?

    Permalink
  • absurdinaja

    16 hari, eh. aku masih nyimpen cek tanggal berapa kali makan bareng sama teman lama aja haha

    Permalink
  • IntanKarlina

    Nenekku sama kakekku selalu duduk diam di halaman, nyaman dengan keheningan. Baca ini teringat mereka, bagaimana dua orang bisa cukup dengan satu sama lain.

    Permalink